Angkutan Barang KAI 2025 Terus Tumbuh, Batu Bara Berkontribusi 82,4 Persen

Angkutan Barang KAI 2025 Tumbuh, Batu Bara Berkontribusi 82,4 Persen*
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang tahun 2025.

“Total volume angkutan barang mencapai 69.791.691 ton, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 69.201.670 ton. Capaian ini menegaskan peran kereta api sebagai moda logistik strategis dalam menjaga kelancaran distribusi nasional,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Selasa (13/1/26).

Peningkatan volume tersebut didorong oleh layanan angkutan berbagai komoditas, meliputi retail, peti kemas, batu bara, semen klinker, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hasil perkebunan, serta komoditas lainnya. Ragam muatan ini mencerminkan kemampuan layanan angkutan barang KAI dalam mendukung kebutuhan sektor energi, industri, dan perdagangan antardaerah.

Dari keseluruhan volume angkutan barang tahun 2025, batu bara menjadi komoditas terbesar dengan total angkutan mencapai 57.522.994 ton atau sekitar 82,4 persen dari total angkutan barang KAI. Kontribusi tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik serta mendukung keandalan sistem kelistrikan di berbagai wilayah.

“Peningkatan angkutan barang menunjukkan kepercayaan pengguna jasa terhadap transportasi berbasis rel yang andal dan terjadwal. Layanan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pengiriman komoditas dalam volume besar secara konsisten,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan bahwa kelancaran distribusi angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak luas bagi perekonomian.

“Pergerakan logistik yang stabil mendukung aktivitas industri, menjaga ketersediaan energi dan bahan baku, serta membantu efisiensi biaya distribusi dengan mengurangi beban lalu lintas jalan raya,” tambah Anne.

KAI terus memperkuat layanan angkutan barang melalui optimalisasi sarana, prasarana, serta pengelolaan operasional yang terintegrasi.

“Langkah ini diarahkan untuk memastikan angkutan barang kereta api tetap menjadi tulang punggung logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” tutup Anne.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.