Jakarta, Bumntrack.co.id — DAMRI melalui layanan DAMRI Perintis terus memperkuat konektivitas antarwilayah di Maluku Utara dengan menghadirkan layanan angkutan perintis di kawasan Halmahera Raya.
“Kehadiran layanan ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses menuju berbagai destinasi wisata potensial yang selama ini masih tersembunyi dan belum terjangkau transportasi publik secara optimal,” kata Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S di Jakarta, Kamis (29/1/26).
Sejumlah rute DAMRI Perintis di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, hingga Pulau Tidore, melintasi kawasan dengan kekayaan alam dan budaya yang khas. Di antaranya rute Weda – Kobe Gunung – Kobe Sawai yang berada di sekitar Teluk Weda dengan panorama pesisir dan pulau-pulau kecil, serta rute Kakaraino – SP 6 – Subaim yang menjadi gerbang menuju kawasan ekowisata Halmahera Timur dengan bentang alam hutan tropis dan pantai alami.
Sementara itu, rute Transgoal – Susupu – Jailolo menghubungkan masyarakat dengan kawasan Teluk Jailolo, destinasi bahari yang dikenal akan keindahan laut dan aktivitas budaya lokal. Rute ini turut mendukung pengembangan pariwisata daerah, termasuk event-event pariwisata yang diselenggarakan pemerintah daerah setempat.
DAMRI juga melayani rute Sarimalaha – Akesahu – PLB Penyeberangan Rum di Pulau Tidore. Rute ini berada dalam satu koridor lanskap ikonik Maluku Utara yang berhadapan langsung dengan Pulau Ternate, lokasi Gunung Gamalama yang dikenal luas sebagai visual pada uang pecahan Rp1.000. Dari kawasan Tidore, pelanggan dapat menikmati panorama gunung dan pesisir yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas wilayah Maluku Utara.
Sebagai layanan angkutan perintis, DAMRI perintis di Maluku Utara melayani 15 trayek yang tersebar di 8 (delapan) Kota / Kabupaten. DAMRI perintis di Pulau Halmahera melayani juga 6 kawasan transmigrasi seperti kawasan transmigrasi Goal (Kab. Halmahera Barat), transmigrasi Sukamaju (Kab. Halmahera Utara), transmigrasi Ekor dan transmigrasi Subaim (Kab. Halmahera Timur), transmigrasi Wairoro (Kab. Halmahera Tengah) dan transmigrasi Nakamura (Kab. Pulau Morotai). Selain Pulau Halmahera, DAMRI perintis juga dioperasikan di Pulau Sula (Kab. Kepulauan Sula), Pulau Morotai (Kab. Morotai) dan Pulau Bacan (Kab. Halmahera Selatan).
“DAMRI Perintis hadir sebagai penghubung antarwilayah sekaligus membuka akses menuju potensi wisata daerah. Dengan tarif yang terjangkau, kami berharap layanan ini dapat memperluas akses masyarakat, mendukung ekonomi lokal, serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Halmahera Raya kepada lebih banyak orang,” ujarnya.
Melalui layanan DAMRI Perintis, DAMRI berkomitmen menjadi bagian dari upaya pemerataan konektivitas nasional, sekaligus berperan sebagai enabler pariwisata daerah yang terjangkau dan berkelanjutan.








