Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam peta jalan (roadmap) Danantara mendorong kebangkitan Indonesia di sektor industri, COO Danantara, Dony Oskaria menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah di hulu dan hilir di sejumlah sektor industri.
Salah satunya adalah hilirisasi baja yang sedang didorong untuk mendukung kebangkitan Krakatau Steel dalam industri baja.
Dony memaparkan sejumlah strategi korporasi yang tak hanya didorong untuk menyehatkan perusahaan, melainkan juga menjadikan perusahaan nasional ini sebagai pemain utama dalam industri baja dunia.
“Kita ingin ke depan industri kita bertumbuh dan berkembang dengan baik, karena itu beberapa proyek sedang kami (Danantara) lakukan. Yang pertama adalah berkaitan dengan baja, termasuk di dalamnya adalah kita melakukan perbaikan terhadap Krakatau Steel. Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial dan lantas sudah melakukan intervensi dan juga perbaikan terhadap kesehatan daripada perusahaan,” kata Dony dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Kamis (5/2/2026).
Salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan Danantara tahun ini adalah pengembangan hulu (upstream) dari industri baja. ”Yang akan segera kita groundbreaking di bulan depan, itu untuk penambahan kapasitas tiga juta ton daripada baja kita,” kata Dony.
Penambahan kapasitas baja juga diiringi strategi Danantara memaksimalkan penyerapan kebutuhan baja nasional. Sejumlah BUMN di sektor industri manufaktur akan menjadi penyerap utama stok baja produksi Krakatau Steel.
Industri manufaktur BUMN seperti perkapalan dan kereta api akan menggunakan baja dari Krakatau Steel sebagai penyedia di hulu. Sedangkan hasil dari produksi manufaktur kapal atau kereta api juga akan diserap BUMN di bidang penyedia jasa transportasi di sisi hilir.
“Kami mendorong terjadinya industrialisasi di beberapa aspek, yang terutama sekali berkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam lingkup Danantara. Yang pertama adalah PT PAL. Kita akan mewajibkan seluruh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal yang berada dalam lingkup Danantara itu diwajibkan dilakukan di PT PAL. Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan kita, termasuk di dalamnya PT PIS, PT PELNI, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL,” ujar Dony.
Dengan penataan industri di hulu hingga hilir diharapkan industri bisa tumbuh secara merata dan masif. “Dan sekali lagi tujuannya adalah untuk mengembangkan industri kita ke depan, sebagaimana kita yakini di dalam roadmap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirancang oleh Bapak Presiden Prabowo, bahwa basis pertumbuhan kita ke depan adalah industri. Dengan demikian industri ini akan memberikan dampak terhadap employment dan juga tentu mengurangi impor kita,” kata Dony menegaskan.
Tak hanya PT PAL, INKA sebagai manufaktur di sektor perkeretaapian juga akan menjadi penyerap utama dari baja Krakatau Steel.
“Yang kedua adalah berkaitan dengan PT INKA. PT INKA ini juga kita kembangkan, ada tiga manufaktur yang sudah kita miliki, satu di Madiun, satu di Banyuwangi dan kita akan menambah lagi di Banyuwangi. Ini kami juga mewajibkan bahwa seluruh perbaikan daripada industri kereta api kita ke depan itu akan diwajibkan dilakukan di PT INKA, termasuk juga manufakturnya,” ujar Dony.
Langkah Danantara mendorong INKA sejalan dengan roadmap transportasi yang sedang disiapkan pemerintah yang mendorong transportasi massal yang memadai untuk masyarakat.
“Ini sejalan dengan roadmap transportasi yang disiapkan pemerintah bahwa mass transportation kita akan berbasiskan kereta api, termasuk di dalamnya kami melakukan elektrifikasi di Jakarta Cikampek, Jakarta Rangkas, dan juga Jakarta Sukabumi. Dan kami juga melakukan elektrifikasi di lima kota di Indonesia,” ujar Dony
Dengan kebutuhan yang meningkat di sektor manufaktur, maka diharapkan industri dasar yang digunakan 100 persen produk Indonesia. Oleh karena itu roadmap dari hulu hingga hilir telah dirancang dan dijalankan Danantara demi mendorong Indonesia sebagai kekuatan industri. Ini selaras dengan arahan langsung Presiden Prabowo yang ingin Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, termasuk di sektor industri.
“Karena itu kami berharap, bahwa kebutuhan baja kita hari ini masih didominasi oleh impor bisa diganti dengan baja lokal. Karena itu dengan kita mengembangkan kapasitas baja kita, pabrik baja kita ke depan di sisi upstream, yang kita akan lakukan groundbreaking di bulan depan. Tentu harus ada keberpihakan daripada pemerintah untuk melindungi industri-industri yang sedang kita kembangkan. Karena tanpa daripada keberpihakan, tentu industri ini akan sulit untuk bersaing ke depannya. Keberpihakan kita untuk memajukan industri-industri baja kita, yang ke depannya tentu dapat menjadi suplai bagi industri-industri turunannya,” tegasnya.








