Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) merealisasikan pembangunan 20 unit rumah bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) untuk komunitas petugas kebersihan di Desa Sungai Raya Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Hal tersebut ditandai dengan peresmian yang dilakukan secara langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PKP, Anggoro Putro, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto pada Kamis (5/1/26) di Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan.
Bupati HSS, Syafrudin Noor dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMF atas kepedulian dan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan melalui program TJSL untuk membangun 20 unit RITK di Kabupaten Hulu Sungai selatan.
Pihaknta juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah berkontribusi melalui pembangunan PSU berupa jalan perumahan sehingga kawasan Rumah Komunitas ini memiliki akses yang layak dan nyaman.
Bupati HSS juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok pekerja pelayanan dasar. Sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan guna mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dengan diresmikannya Rumah Komunitas Petugas Kebersihan ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal demi kepentingan bersama.
Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Kementerian PKP, Anggoro Putro menyampaikan apresiasi kepada SMF atas sumbangsih dalam program pembangunan 3 juta rumah sesuai arahan Bapak Presiden untuk bergotong royong membangun rumah untuk rakyat.
Dirinya berharap rencana proyek kolaborasi yang akan dilaksanakan antara Kementerian PKP dengan SMF ditahun 2026 dapat berjalan dengan lancar seperti yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan saat ini.
Kolaborasi program TJSL SMF ini dirancang sebagai model kolaborasi pentahelix yang berorientasi pada penyelesaian persoalan perumahan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya menempatkan SMF sebagai inisiator, tetapi sebagai enabler yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kerja sama seperti pemerintah pusat dan daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, hingga media untuk memperluas kesadaran publik. Sinergi ini memastikan solusi yang dihadirkan lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.
Melalui program kolaborasi ini SMF mengalirkan bantuan dana hibah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp1,190 miliar untuk membangun 20 unit rumah, yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM Mitra Sejati Kecamatan Kandangan.
Adapun terkait pembangunan rumah komunitas ini berlokasi di Jalan Pantai Raya, Desa Sungai Raya Selatan Kecamatan Sungai Raya ini merupakan lahan milik Pemerintah Daerah HSS dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) berupa jalan perumahan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen SMF sebagai SMV Kementerian Keuangan dalam mendukung upaya pemerintah dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem sekaligus menekan backlog pemilikan hunian layak serta mengakselerasi realisasi Program 3 Juta Rumah.
Selain itu pelaksanan program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya melalui penghapusan kemiskinan agar dapat mewujudkan pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam tujuan SDGs nomor 11.
Bantuan pembangunan rumah komunitas ini merupakan pilot project program bantuan rumah yang mengusung RITK di Kalimantan, dimana nantinya Pemda melakukan pengembangan secara terpadu yang tidak hanya berfokus pada rumah bantuan, tetapi juga dirancang untuk pengembangan lanjutan berupa kluster perumahan subsidi dan kluster perumahan relokasi bagi masyarakat terdampak bencana.
Konsep program bantuan rumah RITK ini terdiri atas bantuan konstruksi rumah inti modular tipe 18 senilai Rp 58 juta/unit yang dibangun di han seluas 3,Ha yang didesain untuk mencakup daya tampung hunian hingga 147 kavling rumah dengan masing-masing kavling berukuran 10m x 10m (100m²) dan dilengkapi kavling penunjang area komersial, ruang terbuka publik /taman bermain, dan bank sampah.
Lokasi kawasan ini berada tidak jauh dengan jalan nasional, mudah dijangkau dan bebas banjir. Adapun Pembangunan RITK sendiri dilaksanakan secara swakelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat Mitra Sejati yang ditunjuk oleh Pemerindan Daerah HSS mulai tanggal 13 Agustus 2025 sampai dengan 9 Desember 2025.
Rumah komunitas petugas kebersihan ini diharapkan nantinya tidak hanya dapat difungsikan sebagai fasilitas fisik, tetapi juga diharapkan menjadi ruang kebersamaan, pembinaan, serta penguatan solidaritas bagi para petugas kebersihan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja serta memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat yaitu Maulina mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Ia yang sehari-harinya menjadi eptugas RTH di Kecamatan Kandangan Kabupaten HSS itu kini sudah memiliki rumah, dimana sebelumnya ia tinggal menumpang di rumah keluarganya dengan kondisi yang sangat terbatas, baik dari segi ruang maupun kenyamanan.
“Bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini benar-benar memberikan dampak yang besar bagi kami. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, bantuan ini juga menumbuhkan semangat dan harapan untuk terus berusaha memperbaiki taraf hidup keluarga,” ungkapnya.
Kabupaten HSS merupakan salah satu dari 33 kota penerima bantuan Program Penigkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh SMF. Tercatat sejak tahun 2019-2025 SMF telah mengalirkan total bantuan sebesar Rp49,179 M untuk membangun dan merenovasi 747 rumah di 33 kota di seluruh Indonesia.








