Program Perumahan Rakyat Nasional Tetap Tumbuh Ditengah Ketidakpastian Ekonomi

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) melalui SMF Research Institute menyampaikan pendanaan Program Perumahan Rakyat, termasuk Rumah Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tetap terjaga dan berkelanjutan walaupun ditengah ketidakpastian ekonomi yang tinggi.

Sepanjang tahun 2025, Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid dan tetap terjaga di level 5%. Kondisi tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan pembiayaan perumahan nasional.

Berdasarkan pemantauan SMF Research Institute, pertumbuhan ekonomi Indonesia ekonomi Indonesia pada Triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Triwulan III-2025 yang tumbuh 5,04% (yoy).

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,11% (yoy), meningkat dari capaian tahun 2024 sebesar 5,03% (yoy). Hal ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh positif. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga per triwulan IV 2025 sebesar 5,11%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ditriwulan sebelumnya yang sebesar 4,89%. Sementara itu, pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat dari 5,04% di Triwulan III 2025, menjadi sebesar 6,12% pada Triwulan IV 2025. Kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi sektor properti dan pembiayaan perumahan memasuki tahun 2026.

Kondisi makroekonomi yang stabil tersebut juga tercermin pada kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) yang menunjukkan tren peningkatan pada tiga bulan terakhir tahun 2025. Pada Oktober 2025, pertumbuhan KPR tercatat sebesar 6,9% (yoy), dan meningkat menjadi 7,05% (yoy) pada Desember 2025. Tren ini menunjukkan adanya perbaikan permintaan pembiayaan perumahan serta optimisme yang tetap terjaga di sektor properti.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan di sektor pembiayaan perumahan, SMF memandang pertumbuhan tersebut sebagai peluang untuk semakin memperkuat peran dalam mengembangkan sektor perumahan melalui mekanisme pasar pembiayaan sekunder. Peran ini menjadi semakin strategis dalam memastikan kesinambungan pendanaan jangka panjang bagi industri KPR nasional.

SMF memiliki mandat strategis untuk menyediakan pendanaan jangka panjang bagi perbankan penyalur KPR serta mendukung Program FLPP Pemerintah. Sejak 2018, SMF secara konsisten menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% dalam skema KPR FLPP. Dukungan tersebut memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses terhadap pembiayaan rumah dengan suku bunga tetap dan terjangkau, meskipun kondisi pasar keuangan mengalami penyesuaian.

“Untuk menjaga keberlanjutan pendanaan FLPP, SMF terus mengoptimalkan strategi blended financing melalui penerbitan surat utang dan Efek Beragun Aset (EBA-SP), serta memperluas basis investor domestik. Pendekatan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta tata kelola yang baik,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo di Jakarta, Jumat (27/2/26).

Ke depan, SMF akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik guna memastikan dukungan pembiayaan perumahan tetap adaptif dan selaras dengan agenda Pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah rakyat serta mengurangi backlog perumahan nasional.

SMF meyakini bahwa stabilitas makroekonomi dan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan akan menjadi kunci dalam menjaga momentum Program Perumahan Rakyat, sehingga rumah layak dan terjangkau semakin luas dapat diakses oleh masyarakat Indonesia.

Untuk mengetahui perkembangan ekonomi dan sektor perumahan terkini, SMF Research Intstitute memiliki seri laporan ekonomi dua mingguan (Biweekly Economic and Market Update) yang dapat diakses melalui tautan berikut https://research.smf-indonesia.co.id/

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.