Pembangunan Infrastruktur, KRL Jalur 6 hingga Jalur 8 Stasiun Bogor Ditutup Sementara Mulai Besok

Pembangunan Infrastruktur Perkeretaapian, Jalur 6 hingga Jalur 8 Stasiun Bogor Ditutup Sementara Mulai Besok
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor melalui perpanjangan jalur 6,7, dan 8 dimulai Rabu, 15 April 2026.

Pekerjaan berlangsung adalam 90 hari dan sudah bisa mendukung operasional rangkaian KRL. Terutama setelah kereta stamformasi 12 (SF12) beroperasi secara penuh di seluruh jalur layanan Stasiun Bogor.

Sebelumnya, di jalur-jalur ini secara maksimal hanya melayani Commuter Line SF10.

Pada pekerjaan pengembangan infrastruktur jalur rel ini, jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor akan ditutup sementara untuk layanan naik-turun pengguna.

“Selama periode pekerjaan mulai besok 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda di Jakarta, Selasa (14/4/26).

KAI Commuter juga akan membangun fasilitas selasar dan penyeberangan rel sementara untuk memudahkan perpindahan penumpang dari pintu masuk sisi barat, tepatnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron jalur 2, 3, 4 dan 5.

Akses keluar masuk untuk tap in/out di hall barat stasiun nantinya juga akan diatur secara situasional jika terjadi antrean di jam sibuk. Pengguna dari sisi selatan Stasiun juga bisa menggunakan JPO Stasiun Bogor Paledang untuk menuju peron pemberangkatan Commuter Line.

Selama penutupan jalur 6, 7 dan 8 ini terdapat penyesuaian jadwal keberangkatan atau kedatangan pada 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor.

“Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan Commuter Line Bogor selama 2-3 menit dari jadwal sebelumnya. Sedangkan pemberangkatan lainnya tidak mengalami perubahan,” tambah Karina.

Perpanjangan jalur ini merupakan respons strategis terhadap tren peningkatan volume pengguna kereta api di Stasiun Bogor yang terus tumbuh secara signifikan.

Dengan layanan Commuter Line Jabodetabek dan KA Pangrago menjadikan Stasiun Bogor sebagai stasiun dengan volume pengguna kereta api terbanyak setiap harinya dengan rata-rata harian sebanyak 98 – 100 ribu orang yang naik dan turun di stasiun ini.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada seluruh pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor selama proses pembangunan. KAI Commuter juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan pengguna.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.