PT Surveyor Indonesia dan Batik Capital Sinergi Pembiayaan Proyek Ramah Lingkungan dan Ekonomi Inklusif

PT Surveyor Indonesia dan Batik Capital Sinergi Pembiayaan Proyek Ramah Lingkungan dan Ekonomi Inklusif
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sebagai upaya mendorong pembangunan berkelanjutan, PT Surveyor Indonesia (Persero) dan Batik Capital Connect Pte. Ltd. bersinergi mengembangkan ekosistem ESG dan keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Kolaborasi ini hadir sebagai bagian dari respons atas tantangan perubahan iklim, ketimpangan pembangunan, serta kebutuhan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi yang tengah berjalan ini, penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak proyek yang berdampak langsung, seperti pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, peningkatan akses pembiayaan bagi sektor-sektor hijau, serta penciptaan peluang ekonomi yang lebih inklusif.

Dengan adanya standar yang lebih kuat dalam aspek transparansi, tata kelola, dan pengukuran dampak, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat yang lebih nyata, baik dari sisi kualitas lingkungan hidup, ketahanan ekonomi, maupun keberlanjutan pembangunan di daerah.

Direktur Niaga & Operasi PT Surveyor Indonesia (Persero), Euis Emalia Noor, menekankan bahwa inisiatif ini pada akhirnya diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bagi kami, penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan bukan hanya tentang membangun sistem yang kredibel, tetapi bagaimana memastikan bahwa setiap inisiatif yang didorong dapat memberikan dampak nyata—baik dalam bentuk lingkungan yang lebih baik, peluang ekonomi yang lebih merata, maupun pembangunan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” kata Euis Emalia di Jakarta, Kamis (16/4/26).

Founder & Managing Director Batik Capital Connect Pte. Ltd., Adam M. Grabow, menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan data atau proyek berkelanjutan, melainkan pada bagaimana informasi tersebut dapat digunakan secara efektif dalam pengambilan keputusan.

“Banyak data dan inisiatif sudah tersedia, namun belum sepenuhnya terstruktur dan selaras dengan kebutuhan institusi keuangan. Dengan memperkuat keterhubungan antara hasil yang terverifikasi dan kebutuhan permodalan, kita dapat membuka peluang agar pembiayaan benar-benar mengalir ke proyek-proyek yang berdampak,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga membuka ruang sinergi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan, sehingga inisiatif yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dan memperkuat. Pendekatan ini penting agar setiap program yang didorong benar-benar relevan dengan kebutuhan di lapangan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Pada akhirnya, langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia, sekaligus memastikan bahwa proses tersebut berjalan secara adil, inklusif, dan memberikan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.