Jakarta, Bumntrack.co.id – Sebanyak 32 ruas jalan di Kabupaten Tasikmalaya akan ditingkatkan kualitas dan kondisinya melalui dukungan pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) senilai Rp230,25 miliar. Pembiayaan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata.
“Pembiayaan ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya, yang tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan UMKM. Kami kembali menegaskan bahwa pinjaman daerah merupakan instrumen percepatan pembangunan, bukan beban bagi pemerintah daerah,” ujar Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (5/5/26).
Peningkatan 32 ruas jalan tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, antara lain melalui penghematan biaya operasional kendaraan akibat kondisi jalan yang lebih baik, serta penghematan waktu tempuh yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas masyarakat dan efisiensi rantai logistik.
Dukungan infrastruktur jalan ini juga berperan penting dalam memperlancar rantai pasok pangan dari sentra produksi ke pasar, sehingga turut mendukung penguatan ketahanan dan swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita 2. Selain itu, proyek ini juga memiliki dampak strategis dalam mendukung sektor pertanian, memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan.
Pembiayaan ini merupakan tindak lanjut dari Program SINERGI Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), sebuah inisiatif kolaboratif untuk mempromosikan berbagai skema alternatif pembiayaan guna mempercepat penyediaan infrastruktur di daerah.
Dalam program ini, PT SMI, melalui skema pinjaman daerah, berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pemerintah daerah mengatasi keterbatasan kapasitas fiskal. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu daerah peserta Program SINERGI yang memperoleh akses pembiayaan kreatif melalui skema pinjaman daerah PT SMI.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan bahwa pembiayaan menunjukkan komitmen pemerintahannya dalam menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat setempat.
“Melalui dukungan pembiayaan ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat mempercepat peningkatan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Kami berharap pembangunan ini dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperkuat aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Cecep.
Berdasarkan kajian kelayakan, proyek ini menunjukkan manfaat ekonomi yang positif dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp30 miliar, Economic Internal Rate of Return (EIRR) sebesar 11,51%, serta Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,13, yang berarti manfaat yang dihasilkan lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
Secara sederhana, peningkatan kualitas jalan ini diproyeksikan mampu menurunkan biaya transportasi, menghemat waktu tempuh, serta meningkatkan produktivitas masyarakat dan efisiensi distribusi barang.
Dari sisi fiskal, kondisi sosio-ekonomi Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan penguatan kapasitas fiskal yang disertai dengan upaya akselerasi pembangunan. Hal ini tercermin dari peningkatan pendapatan daerah dari sekitar Rp3,15 triliun pada 2022 menjadi sekitar Rp3,57 triliun pada 2024, sebelum mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp3,43 triliun pada 2025. Dukungan pembiayaan ini diharapkan dapat memperkuat momentum tersebut melalui peningkatan kualitas belanja pembangunan yang lebih produktif.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PT SMI dalam memperluas dan memperkuat portofolio pembiayaan kepada pemerintah daerah. Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp37,44 triliun dengan outstanding Rp15,25 triliun. PT SMI berkomitmen untuk terus mengakselerasi pembiayaan pembangunan sebagai pendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.








