Kuartal I 2026, Bisnis MRO Garuda Indonesia Bukukan Kenaikan Laba 78,28 Persen

Kuartal I 2026, Bisnis MRO Garuda Indonesia Bukukan Kenaikan Laba 78,28 Persen
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Sepanjang kuartal I 2026, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) (kode emiten: GMFI), anak usaha Garuda Indonesia Group di bidang maintenance, repair & overhaul (MRO) mencatatkan laba USD6,76 juta atau meningkat 78,28%.

“GMFI mencatatkan laba berjalan sebesar USD6,76 juta, meningkat 78,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD3,79 juta,” kata Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi di Jakarta, Jumat (8/5/26).

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan Perseroan yang mencapai USD114,94 juta hingga akhir Maret 2026, atau tumbuh 20,53% dibandingkan pendapatan Kuartal I 2025 sebesar USD95,36 juta.

Sepanjang Kuartal I 2026, GMF mencatatkan sejumlah milestone strategis yang memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pemain MRO regional.

Salah satunya melalui keberhasilan penyelesaian full overhaul perdana secara mandiri untuk mesin CFM56-5B milik Citilink yang didukung melalui pendanaan Danantara.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan serviceability armada Garuda Indonesia Group sekaligus memperkuat kapabilitas engineering nasional.

Di pasar internasional, GMF turut memperluas basis pelanggan melalui penambahan customer baru dari Korea Selatan, yakni Airzeta dan T-Way.

Perseroan juga menyelesaikan sejumlah proyek strategis global, termasuk overhaul pesawat A330 milik Korean Air dan landing gear change untuk Fiji Airways. Selain sektor penerbangan, GMF terus memperkuat diversifikasi bisnis engineering melalui pengerjaan proyek non-aviasi, salah satunya normalisasi PLTG MPP Balai Pungut TM2500 #3 untuk PLN Batam.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperluas sumber pertumbuhan usaha berbasis engineering services.

Komitmen GMF dalam menjaga standar layanan global juga diperkuat melalui capaian sertifikasi baru dari otoritas penerbangan Selandia Baru dan Aruba yang semakin memperluas cakupan layanan Perseroan di pasar internasional.

Sejalan dengan pertumbuhan profitabilitas, struktur permodalan Perseroan turut menunjukkan penguatan. Hingga akhir Maret 2026, total ekuitas GMF meningkat menjadi USD140,58 juta dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar USD114,57 juta.

Peningkatan tersebut ditopang oleh akumulasi laba berjalan serta realisasi aksi korporasi melalui penerbitan saham baru yang memperkuat fundamental keuangan perusahaan.

Sedangkan Kinerja Garuda Indonesia Group pada Kuartal I tahun 2026 menunjukkan tren pemulihan yang semakin solid seiring dengan berjalannya berbagai langkah konsolidasi operasional dan transformasi bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan.

Hingga akhir Maret 2026, Garuda Indonesia Group berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 5,36 persen menjadi USD762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan trafik penumpang sebesar 6,76 persen menjadi 5,42 juta penumpang, didukung oleh peningkatan kapasitas produksi penerbangan, optimalisasi utilisasi armada, serta membaiknya tingkat kesiapan operasional pesawat melalui program return to service yang terus diakselerasi. Sejalan dengan hal tersebut, rugi bersih Perusahaan turut berhasil ditekan sebesar 45,19 persen menjadi USD41,62 juta.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.