Kepala BGN Nanik Deyang Lulusan Biologi Unsoed

Mensesneg soal pergantian kepala BGN
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dalam keputusan tersebut, Menteri Pras menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Menteri Pras di Istana Presiden, Selasa (2/6/26).

Lebih lanjut, Menteri Pras menyebut seiring dengan keputusan tersebut, Presiden Prabowo mengakhiri masa tugas Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Menteri Pras menyebut pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi mereka dalam membangun fondasi kelembagaan dan mengembangkan Badan Gizi Nasional sejak awal pembentukannya.

“Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” imbuh Menteri Pras.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pras menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh harapan besar kepada jajaran pimpinan yang baru agar segera melakukan konsolidasi internal organisasi, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas.

“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.

Dilansir dari Detik Jateng, Nanik merupakan alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Program Studi Biologi Lingkungan, Fakultas Biologi, tahun 1983 dan lulus pada 1988.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unsoed, Abdul Kholik, mengatakan dirinya mengenal Nanik melalui berbagai kegiatan alumni yang selama ini diikuti perempuan yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi tersebut.

“Beliau ini lulusan Unsoed angkatan 1983 Fakultas Biologi. Saya angkatan 1988, jadi memang agak jauh. Tetapi selama ini beliau punya kepedulian terhadap alumni. Beberapa kali hadir dalam forum-forum alumni untuk sharing bagaimana alumni bisa terus berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi negara,” kata Kholik saat dihubungi detikJateng, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, semangat kolaborasi yang selama ini ditunjukkan Nanik menjadi modal penting dalam menjalankan tugas baru sebagai Kepala BGN. Karena itu, Ikatan Alumni Unsoed memberikan dukungan agar Nanik dapat membenahi berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian publik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya melihat spirit beliau. Kami di Ikatan Alumni tentu memberikan dukungan kepada Bu Nanik untuk bisa membenahi BGN. Dengan segala catatan tentu agar Bu Nanik juga mendengarkan aspirasi publik dan berbagai masukan terhadap bagaimana program MBG bisa lebih baik ke depan,” ujarnya.

Kholik menilai Nanik telah memiliki bekal dan pengalaman yang cukup untuk melakukan perbaikan di tubuh BGN. Sebelumnya, Nanik mendapat tugas melakukan supervisi serta pemantauan langsung ke lapangan terhadap pelaksanaan program MBG.

“Bu Nanik kemarin diberi tugas banyak melakukan supervisi dan turun ke lapangan. Saya kira beliau sudah punya bahan untuk bagaimana memperbaiki situasi dan kondisi di BGN, termasuk meningkatkan standar dapur SPPG agar lebih baik lagi,” jelasnya.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.