Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) menyalurkan pembiayaan syariah senilai Rp950 miliar kepada PT Indika Empat Mitra Surya (IEMS) dan PT Empat Mitra Indika Cahaya (EMIC), dua entitas atau anak usaha Grup Indika Energy, untuk mendukung pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai lokasi di Indonesia.
Pembiayaan ini menggunakan skema Line Facility Musyarakah Mutanaqisah (MMq) untuk refinancing syariah atas proyek-proyek PLTS yang akan disewakan kepada mitra, offtaker, dan pengguna akhir pada segmen komersial dan industri (commercial & industrial/C&I) di berbagai wilayah Indonesia.
Kolaborasi ini menandai perluasan relasi strategis PT SMI dengan Grup Indika Energy, sekaligus memperkuat portofolio pembiayaan syariah Perseroan di sektor infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.
Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan peran PT SMI yang semakin aktif dalam menghadirkan solusi pembiayaan inovatif untuk mendukung percepatan transisi energi.
“Pembiayaan ini menunjukkan bahwa instrumen pembiayaan syariah dapat menjadi solusi yang kompetitif untuk mempercepat adopsi PLTS pada segmen pasar komersial dan industri yang pertumbuhannya semakin pesat. Ini adalah wujud nyata komitmen PT SMI dalam menghadirkan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi pengembang energi surya di Indonesia. Kami berharap kolaborasi dengan Grup Indika Energy ini menjadi katalis bagi perluasan PLTS di sektor komersial dan industri secara lebih masif,” ujar Sylvi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/6/26).
Direktur PT IEMS dan PT EMIC, Yovie Priadi mengungkapkan bahwa pembiayaan dari PT SMI sebagai landasan penting bagi percepatan ekspansi proyek PLTS Grup Indika Energy.
“Dukungan pembiayaan PT SMI akan memperkuat kemampuan kami dalam memperluas layanan PLTS tanpa investasi awal bagi pelanggan, sehingga semakin banyak pelaku industri dapat beralih ke energi bersih dengan lebih cepat dan efisien”, ujar Yovie.
Melalui skema pembiayaan ini, IEMS dan EMIC dapat memperluas jangkauan pembangunan dan penyewaan PLTS kepada pelanggan segmen C&I tanpa harus membebani pengguna akhir dengan investasi awal, sehingga membuka akses energi surya yang lebih luas bagi sektor komersial dan industri di Indonesia. Model bisnis ini selaras dengan upaya nasional dalam meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, sekaligus mendorong efisiensi biaya energi bagi pelaku usaha.
Pembiayaan ini secara langsung berkontribusi pada upaya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem energi hijau dunia di bidang energi baru dan terbarukan.
Langkah ini sejalan dengan arah Asta Cita Pemerintah, khususnya pada pilar kemandirian energi dan pembangunan ekonomi hijau, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia melalui perluasan kapasitas PLTS di berbagai segmen industri.
Kolaborasi ini semakin mempertegas peran PT SMI sebagai Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager dalam menyediakan solusi pembiayaan hijau yang inovatif. Hingga Maret 2026, PT SMI telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp27,6 triliun untuk proyek-proyek energi terbarukan. PT SMI akan terus mendorong inovasi skema pembiayaan, baik skema konvensional maupun syariah, demi mempercepat pembangunan infrastruktur energi berkelanjutan di seluruh Indonesia.








