Komisi XII DPR RI Setujui Anggaran Belanja Kementerian ESDM Tahun 2027

Bahlil Buka Suara Soal Kenaikan Harga Pertamax dan Pemadaman Listrik
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengalokasikan dana sebesar Rp 22,48 Triliun dari total pagu indikatif sebesar Rp27,335 triliun dalam anggaran belanja tahun 2027. Besaran tersebut telah disetujui oleh Komisi XII DPR RI pada hari Senin (15/6).

Rencananya, 82% total pagu indikatif akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur energi dan pelaksanaan berbagai program strategis, sedangkan 13% anggaran dari total pagu indikatif akan dimanfaatkan untuk operasional ESDM.

“Sebagian besar anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sejumlah program prioritas yang disiapkan antara lain converter kit untuk petani, pembangunan jaringan gas kota, proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem), pipa transmisi gas Semarang-Solo dan Cirebon-Bandung, serta program listrik desa dan bantuan pasang baru listrik.” ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam rapat bersama Komisi XII di Jakarta, ditulis Kamis (18/6/26).

Bahlil menuturkan bahwa setiap sektor akan menerima jumlah anggaran sebagai berikut:

  1. Rp158,50 Miliar (M) untuk converter kit.
  2. Rp3.948 M untuk pipa gas Dusem.
  3. Rp5.212 M untuk pembangunan jaringan gas (jargas).
  4. Rp9,746 T untuk proyek infrastruktur listrik desa.
  5. Rp520 M untuk program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
  6. Rp702,38 M untuk proyek pipa transmisi gas Semarang-Solo.
  7. Rp577,56 M untuk pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Bandung.
  8. Rp635,2 M untuk program motor listrik.
  9. Rp 815,6 M untuk pengadaan kompor listrik.
  10. Rp 58,58 M untuk pendirian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Setidaknya ada dua faktor di balik keputusan Kementerian ESDM menetapkan angka 82% untuk pembangunan infrastruktur energi dan pelaksanaan program strategis.

Pertama, Pemerintah sedang berusaha mencari solusi dari harga-harga energi yang sering naik. Contohnya, dalam rangka mengurangi ketergantungan pemakaian Liquefied Petroleum Gas (LPG), program kompor listrik digencarkan.

Kedua, Bahlil telah mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencari energi-energi alternatif.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.