PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program GAJAH MUNGKUR di Wonogiri

PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program GAJAH MUNGKUR di Wonogiri
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui UBP Mrica Sub Unit PLTA Wonogiri menghadirkan Program GAJAH MUNGKUR sebagai inovasi sosial dan lingkungan yang mengubah tantangan sedimentasi waduk serta persoalan sampah menjadi peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, program ini tidak hanya mendukung keberlanjutan operasional pembangkit listrik tenaga air, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi, pertanian terpadu, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas lingkungan di sekitar Waduk Gajah Mungkur.

Sebagai bagian dari ekosistem energi terbarukan PLN Indonesia Power, PLTA Wonogiri memiliki peran penting dalam menyediakan listrik bersih berbasis tenaga air. Sejalan dengan komitmen menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, berbagai inisiatif terus dikembangkan untuk mendukung pengelolaan kawasan waduk, pelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui Program GAJAH MUNGKUR, sebuah inisiatif pemberdayaan yang mendorong potensi lokal agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah SEDARU, yaitu pemanfaatan sedimen waduk yang dikombinasikan dengan limbah organik untuk diolah menjadi media tanam. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus mendukung kegiatan pertanian terpadu masyarakat. Melalui SEDARU, material yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan operasional dan lingkungan dapat dimanfaatkan kembali menjadi sarana produktif bagi kelompok masyarakat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menyampaikan bahwa Program GAJAH MUNGKUR merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.

“PLN Indonesia Power tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal dan bersih, tetapi juga memastikan kehadiran perusahaan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Program GAJAH MUNGKUR membuktikan bahwa tantangan seperti sedimentasi dan sampah dapat diubah menjadi solusi berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bernadus di Jakarta, Senin (29/6/26).

Program GAJAH MUNGKUR dijalankan melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya KWT Lestari, Bank Sampah Manjung Berkah, UMKM Oma Min, pemerintah daerah, serta komunitas lokal. Kolaborasi ini memperkuat rantai manfaat program, mulai dari pengelolaan sampah, pengolahan sedimen, kegiatan pertanian, pengembangan produk UMKM, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat.

Dampak program mulai dirasakan secara nyata. Pengelolaan sampah di wilayah program meningkat hingga sekitar 50–60 persen, dengan lebih dari 1,5 ton sampah organik dikelola setiap triwulan. Selain itu, sekitar 2,4 ton sedimen waduk dimanfaatkan menjadi media tanam setiap triwulan. Upaya penghijauan juga diperkuat melalui penanaman 45.000 bibit pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan ekosistem sekitar waduk.

Dari sisi sosial dan ekonomi, Program GAJAH MUNGKUR turut memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat melalui aktivitas bank sampah, pertanian terpadu, dan pengembangan UMKM. Total penerima manfaat langsung program mencapai lebih dari 2.100 orang, dengan nilai manfaat ekonomi sekitar Rp115 juta. Program ini juga mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,27, yang menunjukkan bahwa investasi sosial perusahaan mampu menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat.

Melalui Program GAJAH MUNGKUR, PLN Indonesia Power menegaskan bahwa keberlanjutan operasional pembangkit tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Program ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG, ekonomi sirkular, serta upaya dekarbonisasi perusahaan.

Ke depan, PLN Indonesia Power berkomitmen untuk terus memperkuat keberlanjutan Program GAJAH MUNGKUR melalui pengembangan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, perluasan kolaborasi, serta inovasi lingkungan yang relevan dengan kebutuhan wilayah. Dengan demikian, kehadiran PLTA Wonogiri tidak hanya menjadi sumber energi bersih, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar Waduk Gajah Mungkur.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.