Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan kenaikan volume penjualan sebesar 15,092,640 ton pada periode Januari-Mei 2026. Jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun 2025, SIG mencatat kenaikan sebesar 4,4% YoY.
Ada dua faktor yang menjadi landasan dari hasil positif yang diperoleh SIG. Pertama, kehadiran BP BUMN dan Danantara mendorong transformasi SIG yang lebih terukur, transparan, dan berorientasi kepada hasil. Kedua, adanya kenaikan penjualan domestik sebesar 9,6% YoY, terutama pada penjualan semen kantong.
“Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci sukses SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, sekaligus meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah tantangan industri,” ujar Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, dalam keterangan resmi yang diperoleh pada Kamis (9/7/26).
Saat ini SIG sedang menempuh langkah untuk mencapai peningkatan utilisasi pabrik dan peluang pasar derivatif bernilai tambah. Oleh karena itu, SIG memperbesar posisi di pasar ekspor. Salah satu wujud dari terobosan tersebut adalah realisasi ekspor ke Amerika Serikat yang dimulai bulan Juni 2026.
Bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG melalui salah satu anak perusahaan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah meresmikan fasilitas dan dermaga produksi di Tuban, Jawa Timur, supaya dapat memenuhi target ekspor 450 ribu metrik ton (MT) semen khusus ke Amerika Serikat secara bertahap di tahun 2026.
“Di tengah kondisi industri domestik yang mengalami kelebihan kapasitas, pelaku usaha termasuk SIG dituntut untuk terus berinovasi dan menjalankan langkah-langkah strategis agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat,” ucap Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra.
Selain Amerika Serikat, komoditi yang diproduksi oleh SIG juga diekspor ke Prancis. Pada bulan Mei 2026, SIG mengirim 11.275 MT semen ke Reunion Island, salah satu overseas territory Prancis di sekitar Benua Afrika.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








