Pembangunan PSEL Bali Resmi Dimulai

Pembangunan PSEL Bali Resmi Dimulai
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Indonesia menghasilkan 140.000 ton sampah setiap hari. Menghadapi permasalahan tersebut, Danantara memulai program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pada hari Rabu (8/7/26), Bali resmi menjadi lokasi pembangunan PSEL yang pertama di Indonesia setelah diresmikan oleh dua anak usaha Danantara, yakni PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Pengelolaan sampah merupakan fondasi yang penting bagi Bali dalam rangka memelihara ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjaga keberlangsungan pariwisata.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti,” ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (10/7/26).

Ada tiga aspek yang sudah diupayakan maupun dilakukan oleh Danantara dalam proyek PSEL.

Pertama, Danantara mengedepankan pembangunan berstandar modern. PSEL Bali akan menggunakan teknologi yang dipakai oleh mayoritas PSEL di dunia, yaitu moving grate incinerator. Terkait penanggulangan emisi dan polusi udara, Danantara mengikuti standar lingkungan Eropa (EU IED) serta memastikan adanya sistem pengendali polusi udara berlapis.

Kedua, Danantara telah mengamankan sejumlah jaminan. Dalam bidang ekonomi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan dukungan melalui penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA), sedangkan secara hukum, sudah terbit Perpres Nomor 109 tahun 2025. Keberlangsungan PSEL semakin terjamin dengan penetapannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ketiga, agar bersinergi dengan kebudayaan Bali, pendekatan desain dilakukan atas filosofi Tri Hita Karana atau harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, material lokal akan digunakan dalam pembangunan.

Lokasi PSEL berada di Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan. Dilansir dari situs resmi Danantara, PSEL Bali memiliki kapasitas untuk mengolah sampah sebesar 1.500 ton per hari. Baik pada saat konstruksi maupun operasional, Danantara memperkirakan akan ada 1.200 lapangan kerja yang tercipta. Proyek PSEL Bali ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Bali bukanlah satu–satunya wilayah yang akan memiliki PSEL. Pada bulan April, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyetujui adanya pembangunan PSEL di Bogor Raya dan Kota Bekasi. Dokumentasi peresmian kerja sama tersebut telah dirilis di website PLN serta Pemprov Jawa Barat.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.