Koperasi Jadi Pilar Utama Agrinas Palma dalam Pembangunan Ekosistem Agribisnis Perkebunan

Koperasi Jadi Pilar Utama Agrinas Palma dalam Pembangunan Ekosistem Agribisnis Perkebunan
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id– Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memandang koperasi sebagai komponen utama pembangunan ekosistem agribisnis perkebunan.

Direktur Utama Agrinas Palma, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan petani sekaligus penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

“Melalui penguatan koperasi, Agrinas Palma tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor perkebunan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi daerah, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Abdul Ghani, dikutip dari keterangan resmi yang diperoleh pada hari Selasa (14/7/26).

Berlandaskan model Triple Helix , Agrinas Palma mengembangkan sebuah konsep yang terdiri dari:

  1. koperasi sebagai wadah pemberdayaan petani.
  2. Agrinas Palma sebagai lead integrator.
  3. Mitra strategis sebagai penyedia teknologi, akses pasar, dan dukungan pembiayaan.
    Model tersebut dirancang untuk mempercepat hilirisasi komoditas, menghubungkan petani dengan mitra strategis, meningkatkan produktivitas, dan modernisasi ekosistem agribisnis perkebunan.

Agrinas Palma sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta pada tanggal 2 Juli 2026. Pemerintah hendak membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi untuk meningkatkan posisi tawar petani. Agrinas Palma menjadi inti dalam skema tersebut.

“Koperasi sekarang masuk ke proses produksi, punya pabrik CPO sendiri, hingga produk turunan seperti minyak goreng atau minyak makan merah yang nantinya dijual kembali di koperasi desa. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Agrinas Palma telah menerima 850.000 hektar dari Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan). Rencananya, Agrinas Palma akan mengolahnya menjadi lahan sawit rakyat sekaligus komoditi-komoditi pendukung program swasembada pangan seperti kedelai, jagung, dan singkong.

“Dari seluruh aspek bisnis Agrinas, kita akan bermitra dengan koperasi,” ucap Abdul Ghani.

Langkah yang dijalankan oleh Agrinas Palma dan Kemenkop memiliki kaitan kuat dengan sikap Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Minggu (12/7), Presiden mengumpamakan koperasi sebagai sapu lidi yang lemah jika hanya satu lidi, namun kuat bila digabung.

“Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” pungkas Presiden.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.