Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Bakal Olah 2.131 Ton Sampah per Hari

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id– Kementerian ESDM bersama pihak terkait resmi memulai proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka melalui tahapan Groundbreaking pada hari Rabu (29/7). Fasilitas yang terletak di Kabupaten Bandung itu akan mampu menimbun 2.131 ton sampah sekaligus menjadi tempat penyimpanan limbah yang berasal dari wilayah Bandung Raya.

“Sebagaimana telah instruksikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam banyak kesempatan untuk menyelesaikan persoalan sampah perkotaan secara menyeluruh sebelum tahun 2029 melalui skema hulu hilir dan dapat menjadikan sampah sebagai sumber energi ( Waste to Energy ),” ucap Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung ditulis Jumat (31/7/26).

Pembangunan PSEL Legok Nangka mendatangkan beberapa manfaat, yakni penyelesaian masalah sampah di Bandung Raya, penyediaan energi listrik yang bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, serta rehabilitasi lingkungan.

Pemprov Jawa Barat menggandeng PT Jabar Environmental Solutions (PT. JES) untuk proyek tersebut. Komitmen kedua pihak diperkuat pada awal bulan Juni 2026 melalui revisi perjanjian kerja sama.

“Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Yuliot berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang bisa diterapkan di berbagai daerah.

“Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan PSEL Legok Nangka yang ditargetkan beroperasi pada 2029 akan memberikan tiga manfaat utama, yakni mengatasi persoalan sampah di Bandung Raya, menyediakan listrik bagi masyarakat dan industri, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Proyek waste-to-energy senilai USD 400 juta atau sekitar Rp7,2 triliun ini dirancang berkapasitas 40,79 megawatt. Selama 41 bulan masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap 1.565 tenaga kerja dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen.

Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.