Kementerian ESDM Percepat Pemulihan Dua Infrastruktur Energi di Sumatra Utara

Wamen ESDM
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal merampungkan dua proyek infrastruktur energi di Provinsi Sumatra Utara. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat meninjau percepatan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Bencana hidrologi pada bulan November 2025 di Sumatra telah merusak beberapa infrastruktur kelistrikan sekaligus alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Andalas.

“Pembangunan kembali jalur transmisi ini dilakukan secara terakselerasi agar energi listrik dari PLTA Batang Toru dapat disalurkan dengan optimal ke dalam jaringan transmisi Sumatra,” tutur Yuliot dilansir dari situs resmi ESDM, ditulis Senin (3/8/26).

Pemerintah sudah melakukan setidaknya dua bentuk persiapan yakni penerbitan Keputusan Nomor 1444 Tahun 2026 oleh Menteri Lingkungan Hidup agar hambatan administrasi terlalui serta pemastian adanya genangan air supaya uji teknis pembangkit dapat dilaksanakan.

Testing yang dilakukan ini namanya PLTA kan harus ada genangan. Kalau tidak ada genangan, testing tidak bisa kita lakukan.” tambah Yuliot.

Proyek PLTA Batang Boru direncanakan selesai pada akhir tahun 2026. Infrastruktur seluas 650 hektare itu diharapkan dapat mendorong pencapaian target bauran nasional sebesar 21 persen atau naik sebesar 4-5 persen dari total porsi saat ini.

Sehari kemudian (31/7), Yuliot singgah ke Kabupaten Tapanuli Utara guna mengobservasi pemulihan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla. Selain sebagai bagian dari ketahanan energi nasional, PLTP Sarulla merupakan langkah untuk mengoptimalkan potensi panas bumi hingga 1.100 Megawatt (MW).

“Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Sudah selesai urusan administrasinya, tahun 2027-2028 ini kita kejar peningkatan kapasitas produksi,” ucapnya pada hari Jumat.

Akibat perubahan tekanan uap, kapasitas produksi PLTP berkurang menjadi 220 MW. Dengan tambahan investasi sebesar USD270 juta beserta penyelesaian administrasi, Kementerian ESDM berharap kapasitas produksi dapat kembali ke angka 330 MW.

Kapasitas PLTP Salura terdiri dari tiga unit yang masing-masing menampung 110 MW. Infrastruktur tersebut mulai beroperasi secara bertahap dari bulan Maret 2017 hingga Mei 2018.

Ketahanan energi, termasuk listrik, merupakan aspek yang wajib dimiliki bila ingin menjamin kestabilan nasional maupun ekonomi. Pasalnya, pemadaman massal di Sumatra secara tiba-tiba pada akhir bulan Mei terbukti mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus peringatan untuk masa depan.

Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.