Jakarta, Bumntrack.co.id – Sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Jawa Barat (Jabar), Semen Kujang, merek legendaris yang pernah beredar di pasar selama tiga dekade, telah kembali diniagakan.
Semen Kujang mulai diproduksi pada tahun 1975 oleh PT Semen Cibinong. Penjualan Semen Kujang terhenti di tahun 2006 ketika PT Holcim Indonesia Tbk mengambil alih PT Semen Cibinong, mengakibatkan nama produk berganti menjadi Holcim.
Pada tahun 2019, SIG mengakuisisi Holcim sekaligus mengubah nama perusahaan menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). Merek Holcim diubah menjadi Dynamix. Terkait kemungkinan Dynamix akan berubah nama akibat munculnya Semen Kujang, belum ada keterangan resmi dari SIG maupun SBI hingga hari Rabu (5/8).
“Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional,” ucap Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam konferensi pers peluncuran Semen Kujang di Bandung, Rabu (5/8/26).
Agar struktur bangunan lebih kuat dan tahan lama, Semen Kujang dilengkapi teknologi Active Micro Particle , sebuah inovasi yang mampu mengisi rongga material secara lebih optimal.
“Teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat yang lebih kuat, permukaan finishing yang lebih halus, serta hasil pengecoran yang lebih padat,” ulas Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan.
Pada hari yang sama, SIG mengumumkan bahwa Semen Kujang telah bermitra dengan klub sepak bola asal Bandung, PERSIB. Selain adanya ikatan budaya, kolaborasi kedua pihak didorong oleh misi menghadirkan pengalaman lebih dekat bagi masyarakat Jabar.
“Kemitraan Semen Kujang dan PERSIB menjadi simbol kolaborasi yang kami harapkan tidak hanya memperkuat kedua merek, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk terus bangga terhadap karya anak bangsa serta bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat,” kata Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat.
Jawa Barat merupakan pasar yang potensial bagi SIG. Pada akhir bulan Juli 2026, SIG mengumumkan volume penjualan semester 1 tahun 2026 naik sebesar 5,6 YoY atau tumbuh dari 17,3 ton pada periode yang sama di tahun 2025 menjadi 18,27 ton.
Menurut Sekretaris Korporat SIG, Vita Mahreyni, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan fokus pada pemasaran dan penjualan, pemastiaan ketersedian dan keterjangkauan, serta penguatan pasar mikro. Selain itu, ada lonjakan permintaan sebesar 7,5% dari bulan Januari hingga Juni 2026.
“SIG terus berupaya meningkatkan kinerja penjualan retail yang menjadi kontributor utama pendapatan Perusahaan. Selama ini, penjualan retail berkontribusi sebesar 70% dari total pendapatan Perusahaan,” tambah Vita.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








