Jakarta, Bumntrack.co.id – DAMRI mendukung proses Revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen yang tengah berlangsung di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.
“Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengoperasian layanan angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kawah Ijen, hasil kolaborasi DAMRI dengan Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, dengan tarif bersubsidi mulai dari Rp20.000 sekali jalan,” kata Septian Adri, General Manager DAMRI Cabang Banyuwangi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (12/8/26).
Revalidasi berlangsung selama lima hari, yakni pada 2–6 Agustus 2026, dengan dua asesor UNESCO Global Geopark, Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, yang melakukan penilaian langsung terhadap pengelolaan Geopark Ijen.
Proses ini merupakan evaluasi pertama sejak Geopark Ijen resmi ditetapkan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark pada 2023, dan wajib dilaksanakan setiap empat tahun sekali.
Aksesibilitas transportasi publik merupakan salah satu penopang keberlanjutan kawasan geopark.
“Status UNESCO Global Geopark adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama. Melalui layanan KSPN Kawah Ijen, DAMRI hadir memastikan wisatawan maupun masyarakat lokal dapat menjangkau kawasan geosite dengan layanan yang aman, terjadwal, dan terjangkau. Ini merupakan buah kolaborasi DAMRI dengan Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Jawa Timur, sehingga tarif yang dibayarkan masyarakat jauh lebih ringan karena telah memperoleh dukungan subsidi Pemerintah,” ujarnya.
Layanan KSPN Kawah Ijen melayani dua koridor utama dengan jadwal sebagai berikut:
Koridor Banyuwangi – Kawah Ijen (Tarif Rp20.000 sekali jalan)
Keberangkatan dari Terminal Genteng Baru pukul 07.00 dan 21.00 WIB, serta perjalanan kembali dari Kawah Ijen menuju Banyuwangi pukul 09.00 dan 14.00 WIB.
Koridor Jember – Kawah Ijen (Tarif Rp25.000 sekali jalan)
Keberangkatan menuju Kawah Ijen pukul 07.00, 08.00, 19.00, dan 20.00 WIB, serta perjalanan kembali dari Kawah Ijen menuju Jember pukul 08.30, 09.00, 14.30, dan 15.00 WIB.
Pola jadwal tersebut dirancang mengikuti karakteristik kunjungan wisatawan Kawah Ijen, termasuk keberangkatan malam hari untuk mengakomodasi wisatawan yang melakukan pendakian dini hari.
Dari sisi simpul trayek, layanan KSPN Kawah Ijen dirancang terintegrasi antarmoda. Titik keberangkatan utama berada di terminal, kemudian terkoneksi dengan simpul angkutan kereta api.
“Pelanggan yang telah memesan tiket secara daring melalui DAMRI Apps dapat dijemput di Stasiun Rambipuji untuk wilayah Jember, dan di Stasiun Banyuwangi Kota untuk wilayah Banyuwangi. Dengan skema ini, Pelanggan yang tiba menggunakan kereta api dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen tanpa perlu berpindah moda berkali-kali,” jelas Septian.
Ia menambahkan bahwa DAMRI membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata di kawasan Geopark Ijen.
“Kami siap berkoordinasi dengan Badan Pengelola Geopark Ijen, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, serta pelaku industri pariwisata untuk memperluas skema konektivitas antar-geosite. Ketersediaan transportasi publik yang andal merupakan bagian dari indikator pengelolaan pariwisata berkelanjutan,” tambahnya.
Selama proses revalidasi, tim asesor meninjau sejumlah lokasi di Banyuwangi, di antaranya Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren, sentra ekonomi kreatif, serta kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang di Kecamatan Grajagan.
Hasil penilaian akan menentukan status Geopark Ijen, yaitu Green Card apabila seluruh standar terpenuhi, Yellow Card apabila diperlukan perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card apabila status UNESCO Global Geopark dicabut.








