Sandiaga Uno Masuk Elitery, Dorong Perusahaan Teknologi Indonesia Tembus Pasar ASEAN

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Penguatan daya saing perusahaan teknologi nasional jadi bagian penting dalam mendorong transformasi digital dan memperluas kiprah bisnis Indonesia di pasar regional.

Langkah tersebut turut dilakukan PT Data Sinergitama Jaya Tbk (IDX: ELIT) atau Elitery dengan memperkuat jajaran strategis melalui keterlibatan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Uno menyatakan kesediaannya memimpin Strategic Advisory Council Elitery, forum konsultasi strategis yang akan memberikan arahan dalam bidang investasi, pengembangan bisnis internasional, serta sektor keuangan. Pada saat yang sama, Sandiaga bergabung sebagai Komisaris Perseroan.

Pengangkatan tersebut disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Meidyah Indreswari sebagai Komisaris Independen serta penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Kehadiran Sandiaga dinilai dapat memperkuat strategi Elitery dalam mengembangkan bisnis berbasis cloud, artificial intelligence (AI), managed services, dan keamanan siber sekaligus memperluas jangkauan usaha ke pasar Malaysia dan ASEAN.

Sandiaga dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor kewirausahaan, investasi, dan keuangan. Lebih dari tiga dekade berkecimpung di dunia bisnis membuatnya memiliki pengalaman dalam mengembangkan perusahaan nasional serta membangun jejaring investasi di tingkat regional.

Direktur Utama Elitery Kresna Adiprawira mengatakan keterlibatan Sandiaga secara formal merupakan kelanjutan dari hubungan pembinaan yang telah berlangsung sejak perusahaan dirintis.

“Selama bertahun-tahun, Pak Sandi ikhlas memberikan nasihat kepada kami selaku founders. Dengan kesediaan beliau memimpin Strategic Advisory Council, semangat pembinaan itu kini hadir secara formal memperkuat disiplin, tata kelola, serta pengalaman dan jejaring di bidang investasi dan keuangan,” ujar Kresna.

Menurut dia, penguatan tersebut menjadi semakin relevan ketika Elitery mulai mengarahkan ekspansi ke Malaysia dan kawasan ASEAN sebagai pijakan menuju pasar global.

Komisaris Utama Elitery Roestiandi Tsamanov menilai kehadiran Sandiaga juga menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan sejak tahap awal.

“Sebelum Elitery berdiri, Pak Sandi sudah menjadi tempat saya meminta nasihat bisnis dan investasi. Kesediaan beliau memimpin Strategic Advisory Council Perseroan adalah penghormatan atas perjalanan itu,” kata Roestiandi.

Sementara itu, Sandiaga mengatakan pengalaman membangun perusahaan nasional harus dapat diteruskan dengan membuka akses dan peluang bagi generasi pengusaha berikutnya.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Kresna dan Manov membangun Elitery dari nol. Bagi saya, tugas kita yang lebih dulu berjuang di bisnis adalah membuka jalan bagi generasi berikutnya,” ujar Sandiaga.

Ia menambahkan Strategic Advisory Council akan diarahkan untuk membantu Elitery merumuskan strategi investasi, memperluas jangkauan bisnis internasional, serta membuka peluang pengembangan bisnis teknologi di sektor keuangan.

“Saya selalu antusias mengikuti perkembangan teknologi seperti AI, cloud, dan keamanan siber, dan bangga melihat anak bangsa menguasai bidang-bidang ini,” katanya.

Selain Sandiaga, penguatan Dewan Komisaris dilakukan melalui pengangkatan Meidyah Indreswari sebagai Komisaris Independen. Meidyah membawa pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang audit, pengawasan keuangan negara, dan manajemen risiko, termasuk pengalaman panjang di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penguatan tata kelola tersebut didukung kondisi keuangan perseroan yang menunjukkan perbaikan. Berdasarkan Laporan Keuangan Kuartal II 2026 yang belum diaudit, total aset Elitery mencapai Rp303 miliar atau meningkat 2,25% dibandingkan posisi akhir 2025.

Current ratio meningkat menjadi 1,54 kali, sementara debt to equity ratio (DER) turun menjadi 0,72 kali. Pada periode yang sama, total liabilitas turun 8,59% menjadi Rp127 miliar dan ekuitas tumbuh 11,75% menjadi Rp176 miliar.

Perkembangan tersebut mencerminkan penguatan likuiditas dan struktur permodalan perseroan. Dengan tambahan pengalaman di bidang investasi, keuangan, dan pengawasan, Elitery optimistis dapat memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan tata kelola yang semakin kuat sekaligus memperbesar peluang perusahaan teknologi nasional untuk bersaing di pasar ASEAN dan global.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.