Program PLTS 100 GWp, Upaya Negara Menegakkan Kemandirian Energi Listrik

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id– Listrik merupakan kebutuhan manusia modern yang vital. Hal tersebut menjadi landasan bagi pemerintah, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk memandang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai salah satu solusi kemandirian energi.

Pemerintah telah memulai Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus meresmikan 14 PLTS di enam provinsi (Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali) pada hari Selasa (25/8).

“Sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya. Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut,” kata Menteri ESDM, Bahlil lahadalia, dalam acara peluncuran di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Pembangunan PLTS mendatangkan multiplier effect. Pertama, negara dapat menghemat APBN lebih dari Rp73 triliun karena biaya operasionalnya lebih murah. Kedua, Program PLTS 100 GWp berpotensi membuka 5,52 juta lapangan kerja akumulatif. Ketiga, pemakaian tenaga surya dapat memicu penurunan angka emisi karbon.

Inovasi tersebut juga terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, seperti yang terjadi di pulau Rengit, Provinsi Bangka Belitung. Selain menurunkan Biaya Pokok Persediaan (BPP) sebesar 26%, masyarakat setempat tidak lagi hanya menikmati listrik selama setengah hari.

“Ini menjadi tempat percontohan bagi pengembangan energi di seluruh Indonesia. Dengan adanya listrik 24 jam, kita berharap aktivitas masyarakat semakin berkembang, investasi masuk, dan potensi ekonomi di Pulau Rengit semakin terbuka,” tutur Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

Total energi yang dihasilkan oleh 14 PLTS tersebut adalah 5,3 GWp. Pemerintah menargetkan realisasi 100 GWp dalam waktu 3 tahun.

“Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.