Pupuk Indonesia Teken MoU dengan JSC Ruschem, Rusia

MoU Pupuk Indonesia
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id- Presiden Prabowo Subianto membawa beberapa kesepakatan bilateral setelah pulang dari Rusia. Salah satunya adalah Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan perusahaan kimia asal Rusia, JSC Ruschem.

Pupuk Indonesia resmi terlibat dalam proyek pengembangan Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2), sebuah fasilitas produksi amonia dan urea berskala global yang terletak di Primorsky Krai.

Spesifiknya, Pupuk Indonesia akan menjajaki investasi pembangunan pabrik urea di ibukota Primorsky Krai, Vladivostok.

Ada dua tujuan yang hendak diraih dalam kolaborasi tersebut, yakni peluang investasi di luar negeri yang lebih luas serta pengokohan sektor ketahanan energi dan industri Indonesia.

“Vladivostok menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia.” tutur Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, di Vladivostok pada hari Kamis (3/9/26).

NFP-2 merupakan proyek yang penting bagi Kremlin. Keberadaan fasilitas industri tersebut diharapkan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi di kawasan Timur Jauh (Far East), mengingat mayoritas aktivitas ekonomi Negeri Beruang Merah terpusat di Rusia bagian barat.

Selain itu, posisi geografis Primorsky Krai di pesisir Benua Asia membuka kesempatan bagi Moskow untuk meningkatkan pengaruh di wilayah Asia-Pasifik.

“Tujuan kami adalah mengembangkan fasilitas produksi baru yang sukses berdasarkan bahan baku yang kuat. Kami sudah menandatangani sejumlah kontrak pasokan jangka panjang dengan beberapa negara Asia Tenggara,” ujar CEO JSC Ruschem, Eduard Davydov, dikutip dari website resmi JSC Ruschem pada hari Senin (7/9).

Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.