Angkutan Perkebunan KAI Tumbuh 91 Persen, 683.000 Ton Komoditas Perkebunan Diangkut hingga Agustus 2026

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada layanan angkutan perkebunan sepanjang Januari–Agustus 2026. Volume angkutan perkebunan KAI mencapai 683.214 ton, tumbuh 91,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 356.794 ton.

Kenaikan tersebut mencapai 326.420 ton dalam satu tahun. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi komoditas perkebunan melalui moda kereta api yang memiliki kapasitas angkut besar, perjalanan terjadwal, serta jaringan yang menghubungkan berbagai kawasan industri dan sentra produksi.

“Kereta api memiliki peran dalam mendukung rantai distribusi berbagai sektor industri, termasuk perkebunan. Dengan karakteristik angkutan yang mampu membawa volume besar dalam satu perjalanan, layanan ini membantu menghadirkan pilihan transportasi logistik yang efisien dan andal bagi pelanggan industri,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba di Jakarta, Rabu (9/9/26).

Indonesia memiliki posisi penting dalam industri perkebunan dunia, khususnya komoditas kelapa sawit. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip Kementerian Pertanian, produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 51,66 juta ton. Komoditas sawit memiliki pemanfaatan luas untuk kebutuhan pangan, industri, hingga energi nasional.

Pada sektor energi, produk turunan kelapa sawit menjadi salah satu bahan baku program biodiesel nasional. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalankan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026, yaitu penggunaan campuran biodiesel sebesar 50 persen pada bahan bakar diesel, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Sejalan dengan perkembangan industri tersebut, KAI melayani pengangkutan komoditas perkebunan melalui jaringan kereta api barang yang menghubungkan kawasan produksi dengan berbagai tujuan distribusi. Layanan ini mendukung kebutuhan pelanggan industri yang membutuhkan pengiriman dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang konsisten.

“Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi salah satu indikator berkembangnya kebutuhan logistik berbasis rel. KAI terus melakukan evaluasi terhadap layanan angkutan barang agar mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan layanan transportasi yang semakin optimal,” kata Anne.

Secara global, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas minyak nabati utama dunia. Data United States Department of Agriculture (USDA) melalui Oilseeds: World Markets and Trade tahun 2026 menunjukkan Indonesia dan Malaysia menjadi negara dengan kontribusi terbesar terhadap produksi minyak sawit dunia.

Melalui layanan angkutan barang, KAI terus menghadirkan konektivitas logistik yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi. Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi bagian dari perjalanan transformasi kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung aktivitas industri dan perdagangan nasional.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.