Jakarta, Bumntrack.co.id – Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia meresmikan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 pada hari Kamis (17/9/26).
“PSEL Bogor Raya I dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar European Union Industrial Emissions Directive (EU IED),” tutur CIO Danantara, Pandu Sjahrir.
Setiap hari, Kota maupun Kabupaten Bogor menghasilkan 3.000-4.000 ton sampah. Status Bogor Raya sebagai daerah pariwisata yang populer serta kawasan MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition) merupakan salah satu faktor dari kondisi tersebut.
“Sampah yang ada di Bogor berdampak bagi banjir di Jakarta,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus mantan walikota Bogor dua periode, Bima Arya Sugiarto.
PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun dan menurunkan 640 ribu ton karbon dioksida (CO₂). Selain itu, ada dampak ekonomi berupa 1.200 lapangan kerja hijau yang tercipta bagi masyarakat lokal.
Konstruksi PSEL Bogor Raya 1 dijadwalkan rampung pada pertengahan tahun 2028, melibatkan Nusantara Bogor New Energy beserta Zhejiang Weiming Environment Co., Ltd, dengan total investasi Rp2,8 triliun.
“Semua ini menggunakan uang rakyat, mohon bisa dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya,” kata Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto.
Saat ini Danantara sedang merancang pendirian PSEL Bogor Raya 2 di Kelurahan Kayumanis, kota Bogor. Rencananya, infrastruktur tersebut akan menerima dan mengolah sampah dari Kota Bogor dan Depok.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








