Jakarta, Bumntrack.co.id – Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang lazim dimanfaatkan masyarakat sehingga ketersediaan dan keterjangkauan soya termasuk dalam agenda ketahanan pangan.
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) pada tanggal 11 September 2026 di Jakarta.
Kedua pihak sepakat untuk mengembangkan ekosistem kedelai nasional melalui budidaya yang terpadu (dari hulu ke hilir) maupun pembangunan Pusat Pengembangan Benih Kedelai.
Indonesia memiliki banyak lahan yang cocok untuk penanaman soya. Hashim menyebutkan bahwa pemerintah akan mendistribusikan benih kepada koperasi atau petani dalam negeri. Realisasi diproyeksikan berlangsung selama 3-4 tahun.
“MoU ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia,” tuturnya, dilansir dari keterangan resmi pada hari Senin (21/9).
Swasembada kedelai berpotensi menuntaskan satu persoalan makro Indonesia, yakni ketergantungan impor.
“Kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Namun sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri,” ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, ketika berada di Nganjuk, Jawa Timur, pada Mei 2026 lalu.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








