Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan langkah perbaikan telah dilakukan sejak pascakejadian dan terus berjalan selama proses investigasi. Setelah laporan akhir KNKT diterima, enam rekomendasi yang ditujukan kepada KAI langsung ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.
“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby di Jakarta, Kamis (1/10/26).
Enam rekomendasi KNKT tersebut secara umum mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya. Sejumlah tindak lanjut telah berjalan melalui penyempurnaan prosedur, peningkatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian pada aspek operasional yang direkomendasikan KNKT.
Bobby menegaskan bahwa KAI tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk kooperatif serta transparan kepada pihak berwenang. Pada saat yang sama, perusahaan memastikan pegawai yang menjalani proses hukum mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan. Di saat yang sama, kami juga hadir untuk mendampingi pegawai kami yang sedang menjalani proses tersebut. Perusahaan akan memastikan pendampingan dan bantuan hukum diberikan, agar yang bersangkutan tidak menghadapi proses ini sendirian,” kata Bobby.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa selama masa investigasi, KAI juga menjalankan sejumlah langkah keselamatan di lapangan. Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Anne menambahkan, percepatan dilanjutkan melalui program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas tahun 2026 yang tersebar di 9 Daop dan 4 Divre di Jawa dan Sumatra. Penanganannya mencakup pemasangan gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, penyediaan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), serta pemasangan pintu perlintasan.
Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing. Berdasarkan pembaruan 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berjalan di 183 dari 190 lokasi, sementara pekerjaan modular tercatat pada 69 lokasi. Pada tahap lainnya, pekerjaan rambu tercatat di 26 lokasi, palang pintu di 2 lokasi, serta alat komunikasi di 87 lokasi.
Untuk mendukung operasional pada 190 titik tersebut, KAI menyiapkan 748 PJL yang telah tersertifikasi. Khusus di JPL 86 Bekasi Timur, KAI telah menyelesaikan pembangunan pos jaga serta pemasangan rambu, palang pintu, dan alat komunikasi. Perlintasan tersebut juga telah dioperasikan.
Anne juga menyampaikan bahwa edukasi keselamatan kepada masyarakat terus dilakukan. Sepanjang 2022–2025, KAI mencatat 6.259 pelaksanaan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 1.024 penutupan perlintasan sebidang liar dan rawan, serta 988 pelaksanaan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan tempat ibadah. Sebanyak 2.646 spanduk peringatan juga dipasang di perlintasan rawan selama 2022 hingga Juni 2024.
“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Anne.








