Presiden Tunjuk Bahlil Sebagai Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada hari Kamis (1/10). Selain melantik sejumlah pengemban mandat, Presiden memperluas Kabinet Merah Putih dengan membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dipercayai untuk memimpin Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Bila tidak ada perubahan, maka Bahlil merupakan satu-satunya figur saat ini yang memegang dua kementerian sekaligus.

“Insya Allah sebagai pembantu Presiden, saya akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik,” ungkapnya di hadapan awak media seusai Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jakarta.

Isu ketahanan energi menjadi alasan utama pendirian kementerian ke-49, ditambah pandangan bahwa masalah akibat ketidakstabilan situasi global harus dituntaskan secara komprehensif dan terukur, bukan terpisah.

Di samping menyiapkan pasokan energi bagi masyarakat, Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi diprediksi menjadi pemain penting dalam perekonomian nasional karena akan bersinggungan dengan sektor-sektor yang krusial seperti ketenagakerjaan dan penerimaan negara.

“Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Keppres Bapak Presiden karena kita maknai semua kewenangan tentang ketatanegaraan itu oleh Bapak Presiden,” ujar Bahlil, dilansir dari keterangan resmi yang diakses pada hari Jumat (2/10).

Pengangkatan Bahlil sebagai Menko memiliki keterikatan kuat dengan fakta bahwa 90 persen total investasi hilirisasi berada dalam ruang lingkup ESDM. Pasalnya, Kementerian tersebut akan berkantor di Kementerian ESDM.

Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.