Jakarta, Bumntrack.co.id – Sejak merger pada tahun 2021, produktivitas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) meningkat lebih dari 70 persen. Pelindo juga melakukan pemulihan nyata pada hampir seluruh terminal peti kemas (TPK) yang beroperasi di Indonesia.
“Beberapa terminal sebelumnya punya masalah terkait alat. Dengan merger, ada terminal yang kami modernisasi. Alat yang ada sebelumnya bisa diberikan kepada terminal yang membutuhkan,” ungkap Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, dilansir dari keterangan resmi yang diakses di Jakarta pada hari Rabu (7/10/26).
Perkembangan selama lima tahun terakhir belum menyelesaikan seluruh PR Pelindo. Salah satunya adalah ekosistem logistik darat yang belum efektif.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Kuncoro Harto Widodo, menilai simpul di daratan harus kuat karena hambatan di satu simpul akan merambat ke simpul yang lain, terlebih volume arus peti kemas terus meningkat.
Kuncoro memberikan saran berupa integrasi data antarpihak, pengoptimalan National Logistics Ecosystem (NLE), serta pemanfaatan kereta api sebagai sarana distribusi.
Kaprodi Teknik Kelautan Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, Wahyono Bimarso, menyampaikan pandangan yang berbeda. Menurutnya, fasilitas maupun sistem di daratan harus mampu menopang aktivitas pelabuhan.
“Peningkatan kapasitas terminal perlu direncanakan bersama dengan kesiapan simpul logistik lainnya. Jika tidak, antrean dan kepadatan berpotensi berpindah dari terminal menuju depo, trucking, gudang maupun jaringan jalan.” tutur Wahyono ketika dihubungi oleh pihak Pelindo pada awal bulan September 2026.
Selaras dengan Wahyono, Pelindo mengakui TPK Merauke sebagai contoh dari pelabuhan dengan ekosistem darat yang kurang terintegrasi. Akibat jumlah kontainer dan ruang penyimpanan yang terbatas, muatan yang hendak dikirim ke Merauke terpaksa singgah ke Timika terlebih dahulu.
“Harapan kami, ada kebijakan dari Pemda maupun Pemprov sehingga kami bisa membuat depo di luar,” ujar Kepala Cabang PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Merauke, Puji Hermoko, pada tanggal 6 September 2026.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








