Skip to content
Facebook-color
Created with Sketch.
Search
Home
Berita
CSR
BUMD
Kolom Pakar
Galeri Foto
E-Magazine
Redaksi
Home
Berita
CSR
BUMD
Kolom Pakar
Galeri Foto
E-Magazine
Redaksi
Search
Home
Berita
CSR
BUMD
Kolom Pakar
Galeri Foto
E-Magazine
Redaksi
Prasasti dan UI Hadirkan Peraih Nobel James A. Robinson, Bahas Institusi dan Pemerataan Kemakmuran Indonesia
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026,Prof. James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Memorial Prize dalam bidang Ilmu Ekonomi tahun 2024 memberikan kuliah umum pada acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective”, Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. “Inovasi adalah soal manusia, soal gagasan, mimpi, dan ambisi mereka. Itu bergantung pada insentif dan kesempatan yang mereka miliki. Lalu apa yang menciptakan insentif dan kesempatan itu? Institusi dalam masyarakat,” kata Robinson.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Nila Marita, Executive Director of Prasasti memberikan sambutan pada acara “Prasasti x Universitas Indonesia: Public Lecture by Prof. James A. Robinson” pada Senin, 12 Oktober 2026, di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia. Nila menjelaskan bahwa Indonesia telah menempuh perjalanan panjang, mulai dari mempersatukan bangsa yang majemuk, bertransisi menuju demokrasi, hingga menjaga perekonomian yang terus tumbuh. “Seiring upaya kita mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi, kita ingin semakin banyak orang ikut terlibat dan turut menikmati hasilnya,” ujarnya. Nila menjelaskan alasan Prasasti menghadirkan Robinson ke Indonesia. “Kami mengundang Profesor Robinson karena pertanyaan-pertanyaan ini penting bagi masa depan Indonesia. Pengalaman negara lain dapat membantu kita menimbang pilihan-pilihan kita dengan lebih cermat,” kata Nila.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Prof. James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Memorial Prize dalam bidang Ilmu Ekonomi tahun 2024 (kiri) sebagai pembicara kunci dan Julian Aldrin Pasha, Ph.D, pengajar Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia (kanan) sebagai moderator pada acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective” , Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. Kuliah umum ini merupakan hasil kerja sama Prasasti, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Julian membuka diskusi dengan pertanyaan yang menjadi benang merah kuliah ini. “Mengapa sebagian negara menjadi makmur, sementara negara lain yang berangkat dari kondisi serupa berkembang dengan cara berbeda? Pertanyaan ini bukan semata soal ekonomi, tetapi juga soal institusi, sejarah, dan kekuasaan politik,” ujar Julian.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Executive Director Prasasti Center of Policy Studies, Nila Marita (kiri), dan Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Indonesia (tengah), memberikan cinderamata ke Prof. James A. Robinson dalam acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective”, Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026. Dalam sambutannya, Mahmud menyampaikan apresiasi kepada Prasasti Center for Policy Studies, FISIP UI, FEB UI, dan ILUNI UI atas terselenggaranya kuliah umum ini. “Riset Prof. Robinson mengajak kita melihat lebih jauh dari pertumbuhan ekonomi dan menimbang bagaimana institusi politik dan ekonomi memengaruhi kesempatan, inklusi, dan distribusi kemakmuran. Persoalan ini sangat relevan bagi Indonesia,” ujarnya.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Prof. James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Memorial Prize dalam bidang Ilmu Ekonomi tahun 2024 (kiri) sebagai pembicara kunci dan Julian Aldrin Pasha, Ph.D, pengajar Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia (kanan) sebagai moderator pada acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective” , Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. Kuliah umum ini merupakan hasil kerja sama Prasasti, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Julian membuka diskusi dengan pertanyaan yang menjadi benang merah kuliah ini. “Mengapa sebagian negara menjadi makmur, sementara negara lain yang berangkat dari kondisi serupa berkembang dengan cara berbeda? Pertanyaan ini bukan semata soal ekonomi, tetapi juga soal institusi, sejarah, dan kekuasaan politik,” ujar Julian.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Roni Mawardi
October 13, 2026
E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026
Prasasti dan UI Hadirkan Peraih Nobel James A. Robinson, Bahas Institusi dan Pemerataan Kemakmuran Indonesia
Roni Mawardi
October 13, 2026
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026,Prof. James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Memorial Prize dalam bidang Ilmu Ekonomi tahun 2024 memberikan kuliah umum pada acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective”, Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. “Inovasi adalah soal manusia, soal gagasan, mimpi, dan ambisi mereka. Itu bergantung pada insentif dan kesempatan yang mereka miliki. Lalu apa yang menciptakan insentif dan kesempatan itu? Institusi dalam masyarakat,” kata Robinson.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Nila Marita, Executive Director of Prasasti memberikan sambutan pada acara “Prasasti x Universitas Indonesia: Public Lecture by Prof. James A. Robinson” pada Senin, 12 Oktober 2026, di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia. Nila menjelaskan bahwa Indonesia telah menempuh perjalanan panjang, mulai dari mempersatukan bangsa yang majemuk, bertransisi menuju demokrasi, hingga menjaga perekonomian yang terus tumbuh. “Seiring upaya kita mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi, kita ingin semakin banyak orang ikut terlibat dan turut menikmati hasilnya,” ujarnya. Nila menjelaskan alasan Prasasti menghadirkan Robinson ke Indonesia. “Kami mengundang Profesor Robinson karena pertanyaan-pertanyaan ini penting bagi masa depan Indonesia. Pengalaman negara lain dapat membantu kita menimbang pilihan-pilihan kita dengan lebih cermat,” kata Nila.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Prof. James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Memorial Prize dalam bidang Ilmu Ekonomi tahun 2024 (kiri) sebagai pembicara kunci dan Julian Aldrin Pasha, Ph.D, pengajar Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia (kanan) sebagai moderator pada acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective” , Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. Kuliah umum ini merupakan hasil kerja sama Prasasti, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Julian membuka diskusi dengan pertanyaan yang menjadi benang merah kuliah ini. “Mengapa sebagian negara menjadi makmur, sementara negara lain yang berangkat dari kondisi serupa berkembang dengan cara berbeda? Pertanyaan ini bukan semata soal ekonomi, tetapi juga soal institusi, sejarah, dan kekuasaan politik,” ujar Julian.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Executive Director Prasasti Center of Policy Studies, Nila Marita (kiri), dan Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Universitas Indonesia (tengah), memberikan cinderamata ke Prof. James A. Robinson dalam acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective”, Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026. Dalam sambutannya, Mahmud menyampaikan apresiasi kepada Prasasti Center for Policy Studies, FISIP UI, FEB UI, dan ILUNI UI atas terselenggaranya kuliah umum ini. “Riset Prof. Robinson mengajak kita melihat lebih jauh dari pertumbuhan ekonomi dan menimbang bagaimana institusi politik dan ekonomi memengaruhi kesempatan, inklusi, dan distribusi kemakmuran. Persoalan ini sangat relevan bagi Indonesia,” ujarnya.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Sebagai rangkaian kegiatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Prof. James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Memorial Prize dalam bidang Ilmu Ekonomi tahun 2024 (kiri) sebagai pembicara kunci dan Julian Aldrin Pasha, Ph.D, pengajar Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia (kanan) sebagai moderator pada acara Prasasti x Universitas Indonesia Nobel Laureate Lecture “Building Institutions and Shared Prosperity: Indonesia in Historical and Comparative Perspective” , Senin, 12 Oktober 2026 di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia. Kuliah umum ini merupakan hasil kerja sama Prasasti, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Julian membuka diskusi dengan pertanyaan yang menjadi benang merah kuliah ini. “Mengapa sebagian negara menjadi makmur, sementara negara lain yang berangkat dari kondisi serupa berkembang dengan cara berbeda? Pertanyaan ini bukan semata soal ekonomi, tetapi juga soal institusi, sejarah, dan kekuasaan politik,” ujar Julian.Foto/RoniMawardi/BUMNTRACK
Galeri Foto
Prasasti dan UI Hadirkan Peraih Nobel James A. Robinson, Bahas Institusi dan Pemerataan Kemakmuran Indonesia
Resmi Naik Kelas, Bank BSN Purwokerto Tancap Gas di Jawa Tengah
Sah. Usai Teken Kerjasama Dengan Kementerian UMKM, BSN Resmi Salurkan KUR
Gebrakan Baru Bank BSN! Persikad dan Persiraja Jadi Gerbang Ekosistem Syariah
Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis
Nanang Hendarno, Dirut Baru Telkom Pengganti Dian Siswarini
‘Spin-Off’ InfraCo ke InfraNexia
KICK-OFF BTN HOUSINGPRENEUR BATCH 3
BTN Buka Akses KPR hingga 40 Tahun
Peluncuran IPOT X AI-Native Trading Intelligence