Alasan Hidrogen Menjadi Sumber Energi Alternatif

Kementerian ESDM Mendorong Hidrogen sebagai Sumber Energi Alternatif
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id– Dalam forum Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 yang diadakan di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan Pilot Bus Hidrogen Diesel Dual Fuel (Bus H2 DDF) serta pengembangan Green Hydrogen Corridor yang menghubungkan Jakarta, Karawang, dan Patimban (Subang).

“Pengembangan hidrogen selaras dengan arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hidrogen merupakan energi alternatif yang sangat penting di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu, seperti konflik di Timur Tengah yang melahirkan ketidakpastian,” kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Rabu (22/7/26).

Setidaknya ada tiga alasan yang menjelaskan keputusan Kementerian ESDM mendorong penggunaan hidrogen sebagai sumber energi, terutama di bidang transportasi.

Pertama, sama seperti yang dihadapi oleh negara-negara lain, ketahanan energi di tengah konflik global merupakan isu serius. Hidrogen dipandang sebagai solusi dari krisis impor bahan bakar minyak (BBM), terlebih Kementerian ESDM menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 93 proyek pengembangan ekosistem hidrogen dengan nilai investasi Rp32 triliun.

Kedua, ada potensi ekonomi dari hilirisasi hidrogen seperti peningkatan daya saing nasional, penciptaan lapangan kerja, investasi, serta pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Ekonomi negara turut terdampak sebab seiring impor BBM berkurang, pengeluaran kas negara ikut terkontrol.

Ketiga, pengembangan hidrogen turut menopang misi dekarbonisasi. Selain mengurangi ketergantungan pada BBM, emisi hidrogen tergolong lebih sedikit daripada emisi yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil.

Kementerian ESDM menggandeng empat pihak dalam proyek Bus H2 DDF, yaitu Perum DAMRI, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), PT Sucofindo (Persero), dan PT Tritunggal Prakarsa Global. Masing-masing memiliki peran seperti Sucofindo sebagai surveyor dan Tritunggal Prakarsa Global selaku penyedia model bus.

“Sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification and Consultation (TICC), SUCOFINDO berperan sebagai pihak independen yang memastikan implementasi teknologi H2 DDF pada Bus DAMRI memenuhi aspek keselamatan, keandalan, dan kesesuaian teknis,” tutur Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, dilansir dari keterangan resmi yang diperoleh pada hari Kamis (23/7).

Sucofindo sudah melakukan pengujian terhadap sistem H2 DDF. Hasilnya, ada penurunan emisi opasitas sebesar 57,66%, karbon monoksida sebesar 45,45%, karbon dioksida sebesar 39,37 %, serta nitrogen oksida sebesar 21,16%.

Ide hidrogen sebagai alternatif dari BBM bukanlah ide yang tiba-tiba muncul. Pada bulan Desember 2023, Kementerian ESDM sudah menerbitkan Strategi Hidrogen Nasional (SHN) sebagai pilar.

Mengacu pada Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional (2025), Pemerintah sudah membentuk roadmap hilirisasi hidrogen yang terdiri atas fase Inisiasi (2025-2034), fase Pengembangan dan Integrasi (2035-2045), serta fase Akselerasi dan Berkelanjutan (2046-2060).

Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.