Jakarta, Bumntrack.co.id – Berlandaskan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 tahun 2026, pemerintah menetapkan margin penugasan Perum BULOG sebesar 7 persen sehingga ada lonjakan margin fee dari Rp50 per kg menjadi Rp970 per kg.
Selain itu, BULOG menerima bantuan finansial lain berupa keringanan bunga perbankan untuk biaya operasional perusahaan. Sokongan tersebut dapat menghasilkan efisiensi fiskal senilai Rp1,07 triliun.
“Dukungan penuh Bapak Presiden beserta jajaran pemerintah merupakan energi besar bagi BULOG untuk terus meningkatkan kinerja. Kebijakan-kebijakan strategis yang diberikan tidak hanya memperkuat pelaksanaan penugasan pemerintah, tetapi juga menciptakan tata kelola yang semakin sehat sehingga BULOG dapat menjalankan fungsinya secara berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, ditulis Selasa (4/8/26).
Dengan adanya bantuan fiskal dari pemerintah, BULOG memproyeksikan laba Rp1,14 triliun di akhir tahun 2026. Rizal juga menuturkan bahwa kondisi keuangan yang menguat akan mendorong BULOG untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta peningkatan kualitas dan mutu pangan.
“Ke depan, BULOG berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Kenaikan margin fee sudah disampaikan sebelum tahun 2026. Dalam sebuah rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada akhir bulan Desember 2025, Zulhas memandang margin 50 per kg tidak cukup untuk membiayai distribusi beras ke wilayah Indonesia bagian timur.
“Dengan margin terbatas tersebut, pengiriman beras satu harga ke Papua dan Maluku sulit dilakukan karena biaya logistik tinggi dan jarak distribusi sangat menantang bagi Bulog nasional saat ini,” ucap Zulhas.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








