Blackout Sumatra, Jaringan Listrik Belum Kuat dan Resilien

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik/blackout di pulau Sumatra sejak Jumat malam (22/5).

PLN menyelesaikan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan meluas pada jaringan transmisi interkoneksi Sumatra. Hingga Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, PLN telah menormalkan 176 gardu induk yang sempat terdampak. Sejalan dengan proses penormalan tersebut, pasokan listrik kepada pelanggan kembali pulih secara bertahap

Blackout terjadi karena ruas transmisi 275 kV yang terletak di antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai sebagai titik awal pemadaman terjadi gangguan akibat cuaca yang buruk. Akibatnya transmisi listrik mengalami gangguan sekaligus mengacaukan sistem distribusi listrik.

Pembangkit listrik akan berhenti beroperasi bila menerima pasokan listrik yang tidak seimbang. Alhasil, ketika terjadi gangguan di Jambi, daerah surplus listrik tidak bisa menopang daerah defisit listrik karena jaringan terputus.

“Kami menyampaikan Kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatra Utara, sampai ke Aceh,” ucap Darmawan.

Proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan aspek keamanan dan keandalan sistem. Setelah jaringan transmisi Sumatra berhasil terhubung kembali, PLN melanjutkan proses penyalaan pembangkit dan bertahap dilakukan sinkronisasi, memasukkan daya listrik dari pembangkit ke sistem transmisi Sumatra, sehingga secara bertahap seluruh pasokan dapat kembali pulih.


PLN telah menempuh segala upaya untuk menghidupkan kembali listrik di Pulau Andalas. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, regulator utama sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

“Kementerian ESDM akan memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif guna mengetahui akar penyebab gangguan serta menyiapkan langkah mitigasi supaya kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.” ujar Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.

Selain menurunkan tim investigasi, Kementerian ESDM juga memberi saran kepada PLN untuk terhindar dari kejadian serupa. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan bahwa PLN sudah diarahkan untuk membangun pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV di Sumatra serta meningkatkan keandalan sub sistem di setiap provinsi.

Apa yang terjadi di Sumatra pada Jumat malam menjadi tamparan yang cukup keras bagi PLN dan Pusat sebab banyak aktivitas ekonomi yang terhambat, terlebih ada beberapa daerah yang mengalami blackout lebih dari 12 jam.

Institute for Essential Services Reform (IESR) melontarkan kritikannya kepada PLN dan pemerintah pada hari Minggu (24/5). IESR memandang akar permasalahan bukanlah pada cuaca yang buruk, melainkan jaringan listrik yang belum kuat dan resilien.

“Kita tidak bisa berhenti pada penjelasan bahwa gangguan disebabkan oleh petir atau cuaca buruk. Pertanyaan mendasarnya adalah mengapa satu gangguan dapat berkembang menjadi pemadaman luas lintas provinsi.” tutur Fabby Tumiwa selaku CEO IESR.

Sebagai lembaga think tank yang bergerak di bidang energi, IESR mengajukan beberapa saran, seperti pelaksanaan investigasi yang mendalam dan transparan, pemberian kompensasi kepada pelanggan yang dirugikan, serta percepatan penguatan jaringan transmisi dan distribusi listrik.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.