BERITA

Corporate Farming Jagung, Pertani Lakukan Terobosan Kesejahteraan

Jakarta, Bumntrack.co.id – Direktur PT Pertani (Persero) Maryono, bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Madiun serta perwakilan kelompok tani melakukan panen corporate farming jagung di kawasan Kabupaten Madiun Desa Wonorejo,Kecamatan Mejayan. Corporate Farming Jagung tersebut dilakukan di lahan 40 hektar dengan rata-rata hasil panen 7 ton per hektar.

“Corporate Farming Jagung merupakan kegiatan piloting yang diinisiasi oleh PT Pertani (Persero) yang merupaka BUMN Klaster Pangan dalam memberikan solusi bagi para petani dalam memenuhi kebutuhan budidaya dan menjaga harga beli melalui jaminan opkup,” kata Direktur Utama PT Pertani, Maryono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (23/4).

Prinsip sistem corporate farming jagung yang dilaksanakan di madiun ini merupakan upaya BUMN untuk Indonesia dalam menjaga kedaulatan pangan melalui kesejahteraan petani dengan cara jaminan opkup dengan harga yang stabil.

“Ketika harga jatuh kita tetap menjaga agar petani makmur, apabila naik kami jaga dengan harga yang mengikuti pasaran, yang kedua ketika petani kesulitan tentang benih pupuk kita membantu suport kebutuhan petani, termasuk jaminan opkup/ menampung hasil panen jagung dari petani,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo mengatakan, bersyukur atas keterlibatan PT Pertani (Persero) dalam corporate farming jagung, karena hal tersebut dapat membantu kesejahteraan para pertani

“Dinas pertanian tidak bisa bekerja sendiri, saya senang bermitra dengan PT Pertani karena skema corporate farming yang selama ini kami tunggu-tunggu untuk mensejahterakan petani melalui penanganan terpadu dari hulu ke hilir. ditargetkan perluasan corporate farming jagung menjadi 500 hektar di 2 kecamatan Kabupaten Madiun. Dinas berharap kerjasama bisa diperluas untuk komoditi kakao dan kopi,” jelas Sodik.

Sebagai informasi sistem corporate farming yang di terapkan adalah sistem kemitran terhadap petani, dimana biaya sarana produksi serta upah para petani dan hasil panen disediakan dan difasilitasi oleh PT Pertani (Persero).

Artikel Terkait

Back to top button