BERITA

Dapat Relaksasi Kredit BRI, Pedagang Kue ‘Hanya Bayar Bunganya’

Jakarta, Bumntrack.co.id – Kebijakan relaksasi kredit saat pandemi COVID-19 membantu keberlanjutan usaha pelaku UMKM bertahan menghadapi kondisi yang menantang saat ini. Pedagang kue bolu susu khas Bandung di Jakarta Selatan merupakan debitur kredit mikro BRI merasa terbantu dengan relaksasi kredit. Pasalnya, semenjak penyebaran Covid-19 usaha dagangan kue Bolu Susu Lembang terus mengalami penurunan.

“Sebelum pandemi Covid-19 merebak, biasanya mengantongi pendapatan sebesar Rp8 juta per bulan. Saat ini, pendapatannya menurun 70 persen. Pelanggan berkurang, jalanan juga sepi apalagi orang tidak ada yang lewat. Namun saya juga melayani pembelian melalui online jadi ada lah yang beli lewat online, meski tidak seramai hari-hari biasanya. Kondisi seperti ini terus usaha saya bisa tutup. Kalau empat bulan atau delapan bulan ya masih bisa kita penuhi [kebutuhan], tapi kalau sudah sampai setahun mungkin ya berat,” kata kata Pedagang Debitur Kredit Mikro BRI, Khairiri di Jakarta, Rabu (15/4).

Kondisi penjualan yang terus menurun membuat Khairiri terpaksa harus ‘memutar otak’ dan mengurangi belanja kue bolu susu yang biasanya dibeli dari agen di Lembang, Bandung. Khairiri menuturkan bahwa dalam sekali belanja kue dirinya biasanya membeli sekitar 50-60 boks, dan dagangan tersebut habis terjual dalam dua hari. Semenjak COVID-19 menyebar di Tanah Air, dia hanya dapat membeli sekitar 27 boks saja dan baru habis terjual dalam 3 hari.

Namun Khairiri selalu meyakini bahwa di balik kesusahan pasti ada jalan. “Saya melihat program keringanan dari TV, saat Presiden [Joko Widodo] bilang kalau yang punya angsuran-angsuran itu dikasih keringanan. Akhirnya saya dihubungi pihak BRI dan dibilang angsuran saya belum masuk. Saya sampaikan mungkin telat [angsuran] bulan [Maret] ini karena [jualan] sepi banget,” ungkap Khairiri.

Dia lalu berkonsultasi dengan Relationship Manager (RM) BRI untuk melakukan pengajuan keringanan kredit. Khairiri pun melengkapi berkas pengajuan untuk mendapatkan relaksasi tersebut. Menurutnya, prosedur relaksasi yang dilakukan sangat mudah dan ringan.

“Kalau BRI alhamdullilah sudah menjadi langganan, pinjaman BRI sangat membantu tidak terlalu memberatkan,” tukas Khairiri yang telah menjadi nasabah BRI sejak 3 tahun lalu.

Dia mengakui BRI sangat membantu pelaku usaha kecil seperti dirinya. Khairiri tercatat sebagai debitur mikro BRI karena mendapat pinjaman mikro BRI. Berkat relaksasi yang digulirkan BRI atas kebijakan pemerintah dan regulator, Khairiri bersyukur karena pada Maret lalu pinjamannya direstrukturisasi, dengan keringanan selama 6 bulan. Dia cukup hanya membayar bunga pinjaman saja, tanpa harus menyetor angsuran pokok.

“Keringanan yang dikasih BRI ya kalau tidak bisa setor pokok dan bunganya, jadi [cicilan] bulanan dikasih [keringanan bayar] bunganya saja. Jadi sesuai dengan kondisi kita. BRI sangat membantu,” tukas Khairiri.

Seperti diketahui BRI memiliki berbagai alternatif skema restrukturisasi yang dapat dijalankan, seperti penurunan tingkat suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit / penjadwalan kembali, perubahan skim kredit serta cara angsuran dan lain sebagainya sesuai ketentuan restrukturisasi yang berlaku.

Selain debitur terdampak COVID-19, kriteria lain yang harus dipenuhi pelaku usaha untuk mendapatkan restrukturisasi yakni usahanya masih memiliki prospek yang baik. Selain itu, secara personal yang bersangkutan memiliki itikad baik untuk kooperatif terhadap upaya restrukturisasi yang akan dijalankan. Kendati kondisi usaha cukup menantang, Khairiri masih bisa bertahan meraih rezeki sedikit demi sedikit. Dia pun bertekad untuk melunasi kewajibannya sehingga dia tidak memiliki beban utang di bank. Bahkan, apabila ada rejeki lebih Khairiri juga ingin mencicil pokok pinjaman.

Hingga 31 Maret 2020, BRI mencatat ada sebanyak 134 ribu debitur terdampak COVID-19 yang telah mendapatkan relaksasi dari perseroan. Dari angka itu, sebanyak 80% di antaranya atau sekitar 110 ribu merupakan debitur dengan segmen mikro. Relaksasi pinjaman tersebut menjadi komitmen BRI untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM di tengah pandemi COVID-19, dan juga sebagai dukungan atas kebijakan countercyclical Pemerintah.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button