Ditargetkan COD Juli 2026, PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping

Ditargetkan COD Juli 2026, PLN EPI Mulai Pembangunan Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dengan dukungan Pemerintah resmi memulai pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, Kepulauan Riau, Selasa (10/2).

Proyek strategis ini bertujuan memperkuat keandalan pasokan gas bumi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di wilayah Batam dan sekitarnya.

Pembangunan pipa gas WNTS–Pemping menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi terutama sektor kelistrikan, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan industri dan ekonomi strategis nasional yang membutuhkan suplai energi andal, efisien, dan berkelanjutan.

Proyek ini meliputi pembangunan pipa gas offshore sepanjang 3.2 km dan onshore sepanjang 1.3 km, serta pembangunan fasilitas penerima dan pengukuran gas (Onshore Receiving Facility/ORF) di Pulau Pemping. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memastikan penyaluran gas bumi berjalan aman, stabil, dan berkesinambungan.

Dalam acara groundbreaking, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa acara ini merupakan tindak lanjut nyata dari telah tercapainya Tie-in Agreement(TIA) antara PT PLN Energi Primer Indonesia dengan operator West Natuna Group. Project ini memiliki arti strategis dalam memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya penyaluran gas dari Natuna ke wilayah Batam.

“Dengan dibangunnya pipa gas ini, pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan dalam negeri dapat semakin optimal, terutama untuk mendukung penyediaan energi dan kelistrikan di Kepulauan Riau. Alhamdulillah, kita berhasil mengatasi salah satu isu utama terkait unlimited liabilities yang dirubah menjadi limited liabilities. SKK Migas juga mendorong KKKS di wilayah Natuna untuk bersama-sama menanggung premi asuransi bersama PLN EPI sehingga pembangunan pipa dapat terwujud segera,” ujar Djoko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (11/2/26).

Dari sisi pemerintah daerah, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai kehadiran pipa gas WNTS–Pemping akan menjadi motor penggerak pertumbuhan kelistrikan dengan tumbuhnya data center, industri dan investasi di Batam dan sekitarnya, sekaligus mempertegas sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Proyek pipa gas WNTS ke Pulau Pemping ini bukan hanya soal infrastruktur bawah laut, tetapi urat nadi ketahanan energi wilayah. Kehadiran pipa WNTS Pemping ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 9.5-10%,” ujar Amsakar.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menekankan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata keseriusan PLN dalam menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi sektor ketenagalistrikan.

“Keberadaan ORF di Pulau Pemping akan menjadi titik krusial dalam rantai pasok gas bumi. Proyek ini memastikan suplai gas yang andal bagi pembangkit, sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi nasional,” jelas Rizal.

Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyampaikan bahwa pembangunan Pipa Gas WNTS–Pemping sejalan dengan Asta Cita yang dicanangkan Presiden dan merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada PLN EPI pada 31 Januari 2025 dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pemerintah melalui Menteri ESDM menugaskan PLN dan dilaksanakan oleh PLN EPI untuk menyelesaikan proyek Pipa Gas WNTS–Pemping sebagai bagian dari upaya memastikan pasokan energi primer bagi kelistrikan nasional. Penugasan ini diperkuat dengan penetapan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung untuk kebutuhan listrik, yang ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PLN EPI dan WNEL pada tanggal 11 Juli 2025 sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027–2037″.

Kepastian pasokan ini menjadi fondasi penting bagi keandalan listrik terutama di Batam dan Kepulauan Riau serta penguatan ketahanan energi nasional.

“Proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dan PLN Group untuk mengembalikan gas bumi nasional agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk mendukung kelistrikan dan industri nasional,” ujar Rakhmad.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati menambahkan, proyek WNTS–Pemping diproyeksikan memberikan manfaat nyata berupa efisiensi biaya penyediaan energi primer dibandingkan penggunaan BBM dan alternatif LNG, penciptaan lapangan kerja, serta multiplier effect bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau.

“Kami menargetkan Commercial Operation Date (COD) pada Juli 2026, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi,” pungkasnya.

Pipa Gas WNTS–Pemping bukan sekadar infrastruktur energi, melainkan fondasi strategis yang memastikan listrik tetap andal, industri terus bergerak, dan kedaulatan energi Indonesia semakin kokoh dari Natuna hingga Batam.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.