Jakarta, Bumntrack.co.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan bioenergi sebagai salah satu solusi untuk mendukung transisi energi sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru.
Strategi tersebut diperkenalkan PLN EPI melalui partisipasinya dalam Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 yang berlangsung pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, dengan mengembangkan potensi sumber daya domestik menjadi berbagai produk energi, mulai dari biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, hingga bioethanol.
Kehadiran PLN EPI di Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan transformasi perusahaan dari penyedia energi primer menuju integrated primary energy solutions provider Transformasi tersebut memperluas kapabilitas PLN EPI dari pengelolaan pasokan gas dan BBM, batu bara, serta biomassa menuju pengembangan infrastruktur, layanan, inovasi teknologi, dan solusi energi yang mendukung keandalan pasokan sekaligus percepatan transisi energi.
VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari dalam Knowledge Hub Electricity Connect 2026 pada Rabu (23/9) mengatakan Indonesia memiliki sumber daya bioenergi yang besar dari berbagai jenis limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, hingga sampah perkotaan.
“PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan,” kata Anita dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9/26).
Dalam pemetaan PLN EPI, terdapat sekitar 60,6 juta ton potensi biomassa yang belum termanfaatkan. Potensi tersebut menjadi salah satu basis pengembangan ekosistem bioenergi ke depan. Pemanfaatan menjadi end product perlu memperhitungkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas, serta kesiapan rantai pasok.
Menurut Anita, pengembangan bioenergi tidak berhenti pada pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit. Berbagai jenis feedstock dapat diolah menjadi produk energi dan produk bernilai tambah melalui proses dan teknologi yang berbeda.
PLN EPI memetakan sejumlah jalur pengembangan bioenergi, meliputi biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, CBG, waste management, biofuel, hingga bioethanol. Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor.
Pada pengolahan lebih lanjut, biochar dapat dihasilkan antara lain melalui proses torrefaction dan pyrolysis. Sementara syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa dan berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.
PLN EPI juga melihat peluang pengembangan biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk, serta membuka peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor. Sementara CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk cofiring ) dengan natural gas pada pembangkit gas. Pengembangan biofuel dan bioethanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain.
Di sektor ketenagalistrikan, pemanfaatan biomassa melalui cofiring menjadi salah satu implementasi bioenergi yang telah dikembangkan PLN. Program tersebut diarahkan pada 52 PLTU dengan total kapasitas 18,9 gigawatt (GW). Pemanfaatan cofiring memungkinkan biomassa digunakan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.
Ke depan, ekosistem bioenergi PLN EPI tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN, tetapi juga berpotensi melayani industri domestik, independent power producer (IPP), hingga pasar ekspor. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI membangun portofolio bisnis rendah karbon di tengah transformasi sektor energi.
PLN EPI tetap menjaga keandalan bisnis energi primer eksisting, meliputi batu bara, gas, dan bahan bakar, sembari memperkuat bioenergi sebagai salah satu platform pertumbuhan bisnis rendah karbon. Strategi tersebut diarahkan untuk mendukung pengurangan emisi, penciptaan nilai ESG, sekaligus membuka peluang bisnis baru berbasis sumber daya domestik.
Di tingkat PLN Group, pengembangan bioenergi juga menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060 bersama pengembangan energi terbarukan, dedieselisasi, penyimpanan energi, hidrogen dan amonia, CCS/CCUS, serta teknologi pembangkitan lainnya.
Melalui pengembangan tersebut, PLN EPI mendorong bioenergi berkembang dari sekadar sumber bahan bakar pembangkit menjadi ekosistem bisnis energi yang menghubungkan potensi sumber daya domestik dengan kebutuhan listrik, industri, bahan bakar, hingga pasar ekspor, sekaligus memperkuat transformasi PLN EPI menuju integrated primary energy solutions provider.








