Pelatihan dan Sertifikasi Standar Kompetensi Teknik Tenaga Ketenagalistrikan Subbidang Pengoperasian Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik, termasuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), bagi siswa SMK di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diselenggarakan pada 3–5 Maret 2026 di Kantor UP3 PT PLN (Persero) Yogyakarta.
Kegiatan ini diinisiasi oleh ENTREV, proyek kerja sama United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan dukungan berbagai pihak antara lain PT PLN (Persero), Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM, serta Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sinergi Satu Rasa (Sinergi Satu Rasa Foundation).
Program ini bertujuan memperkuat kompetensi siswa SMK agar selaras dengan kebutuhan industri kelistrikan, khususnya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang dengan kesiapan tenaga kerja terampil dari pendidikan vokasi.
Melalui pelatihan teknis dan proses sertifikasi kompetensi, siswa SMK tidak hanya memperoleh pemahaman dasar kelistrikan, tetapi juga keterampilan spesifik terkait pengoperasian instalasi kelistrikan yang mendukung infrastruktur kendaraan listrik.
Project Coordinator ENTREV, Eko Adji Buwono menyampaikan, pelatihan dan sertifikasi teknik kelistrikan dengan subbidang pengoperasian instalasi pemanfaatan tenaga listrik untuk siswa SMK ini merupakan inisiatif yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Menurutnya, langkah ini menjadi upaya nyata untuk menyiapkan talenta muda vokasi agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang.
Dalam kesempatan yang sama, Budiman Saragih dari PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM menegaskan pentingnya penguatan kompetensi teknis di bidang ketenagalistrikan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Beliau menilai pengembangan kapasitas teknisi sejak di bangku pendidikan vokasi akan memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi energi.
“ESDM perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pelatihan teknis terkait SPKLU, termasuk aspek keselamatan instalasi, pemeliharaan, dan perbaikannya. Dengan demikian, operasional SPKLU dapat berjalan dengan standar keamanan dan kenyamanan yang terjamin,” ujar Budiman Saragih.
Pelatihan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri untuk memastikan kesesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan pendekatan berbasis praktik dan standar kompetensi nasional, peserta pelatihan diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor infrastruktur kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga disampaikan oleh Deri Prasetio Utomo, General Manager PLN UID Yogyakarta. Ia menegaskan kesiapan PLN untuk berkontribusi dalam pengembangan kompetensi teknisi kelistrikan di sektor kendaraan listrik.
“Kami siap mendukung pelatihan dan sertifikasi teknik kelistrikan dengan memfasilitasi kantor serta SPKLU PLN sebagai sarana pembelajaran bagi para peserta,” kata Deri Prasetio Utomo.
Sementara itu, Binowo Bisono, Executive Director Sinergi Satu Rasa Foundation (SSR Foundation), menilai kegiatan ini sejalan dengan komitmen lembaganya dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia serta kolaborasi lintas sektor.
“Pelatihan dan sertifikasi teknik kelistrikan SPKLU bagi siswa SMK di wilayah Yogyakarta sejalan dengan nilai yang kami dorong, yaitu peningkatan kompetensi SDM, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta keberlanjutan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat,” tutup Binowo Bisono.
Dengan demikian, ENTREV terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi transformasi energi. Melalui pelatihan dan sertifikasi yang terstandar, diharapkan lahir lebih banyak teknisi muda yang kompeten untuk mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dan percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.








