BERITA

Erick Bakal Tindak Tegas Pejabat Garuda yang Terlibat Soal Harley

Pesawat Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia dengan rute Toulouse – Soekarno Hatta kedapatan membawa komponen Harley Davidson, dua sepeda lipat merk Brompton serta barang mewah lainnya. Pesawat tersebut adalah salah satu unit yang dipesan Garuda dari Airbus, pabrikan Uni Eropa yang berbasis di Prancis.

Kepala Sub Direktorat Komunikasi dan Publikasi Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan barang-barang tersebut tidak di-declare dalam manifest, tetapi disebutkan nil kargo. Artinya, manifest penerbangannya tidak ada muatan barang.

Setelah melalukan pengecekan terhadap isi box yang terbang bersamaan dengan 10 orang crew dan 22 penumpang pada penerbangan tersebut, petugas bea cukai mendapati 15 boks berisi spare part motor HD [harley davidson] dengan kondisi bekas, dan tiga boks berisi 2 unit sepeda lipat merek B [Brompton],” kata Deni kemarin.

Menanggapi investigasi yang tengah dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan menindak jika ada petinggi Garuda Indonesia yang terbukti menyelundupkan barang mewah ilegal tersebut.

“Biarkan saja Bea Cukai melihat. Ada enggak kasus-kasus yang benar-benar seperti yang dilaporkan. Kita juga ada praduga tak bersalah, tapi kalau benar (terbukti) ya harus dicopot,” katanya di Jaakarta, Rabu (4/12).

Sebelumnya, manajemen Garuda Indonesia  melaluiVP Corporate Secretary Ikhsan Rosan menegaskan, pemilik suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang ilegal masuk ke Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-900 Neo itu bukanlah kepunyaa direksi, melainkan milik dua karyawan yang ikut dalam serah terima pesawat tersebut.

“Bukan milik direksi. Mereka adalah petugas on board di pesawat, jadi bukan penumpang komersial karena itu kan penerbangan tanpa penumpang umum melainkan membawa pesawat baru dari Toulouse, Perancis, langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan stopnya di GMF,” jelas Ikhsan.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close