BERITA

Gandeng Empat BUMD DKI Jakarta, Pegadaian Semakin Agresif Garap Kelas Menengah-Bawah

Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam rangka ekspansi memperluas pangsa pasar nasabah, PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan empat perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Direktur Utama Jamkrida Jakarta Chusnul Ma’arif, Direktur Utama Bank DKI Wahyu Widodo, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, dan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta Ketua Dewan Masjid Indonesia Muhammad Jusuf Kalla.

“Hingga saat ini, terhitung Pegadaian telah melakukan kerja sama lebih dari 100 perusahaan yang terdiri BUMN, BUMD, Swasta, Asosiasi, dan berbagai instansi di seluruh Indonesia. Kerja sama yang kami lakukan bukan semata-mata meningkatkan volume penjualan dan pemasaran produk kami. Tapi juga mengoptimalkan kanal distribusi masing-masing perusahaan, sehingga saling memberikan keuntungan,” kata Dirut Pegadaian, Kuswiyoto di Acara Penandatanganan Kerja Sama, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/10).

Tujuan dari penandatanganan kerja sama antar Pegadaian dan 4 BUMD ini untuk saling menguntungkan dalam meningkatkan sinergi antar semua pihak, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan.

“Kita punya produk yang namanya Arrum Haji, hanya dengan 3,5 gram bisa mendapatkan kursi haji. Sedangkan kerjasama dengan PD Pasar Jaya yang memiliki 153 pasar, beribu-ribu pedagang akan memperluas semua produk pegadaian seperti Arrum Haji, gadai barang, hingga Nabung Emas. Penjaminannya nanti BUMD Jamkrida. Setornya nanti ke bank DKI Syariah. Begitu juga dengan Foodstation. Target 2019 secara Bisnis to Bisnis dapat menggaet 35.000 nasabah. Saat ini baru mulai saja, sudah mencapai 50 persen,” kata Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan, Endang Pertiwi.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur keuangan mengungkapkan sebagaian besar pendapatan Pegadaian disokong oleh Gadai-Nabung Emas mencapai sekitar 80 persen, sisanya barang elektronik dan kendaraan bermotor. Selain itu, Outstanding Loan Pegadaian tercatat menunjukkan peningkatan sebesar 17 persen, total aset sebesar 14 persen, dan laba bersih sebesar 19 persen. Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp9,8 triliun dan laba bersih Rp2,35 triliun.

Hingga September 2019, bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 persen dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53 persen dari Rp435,72 triliun menjadi Rp451,11 triliun.

Terkait tantangan pertumbuhan ekonomi ke depan, Pegadaian optimis tetap bertumbuh. Pasalnya banyak masyarakat menengah ke bawah yang masih membutuhkan Pegadaian. “Biasanya masyarakat menengah ke bawah butuh akses finance, Mereka banyak yang belum mendapat akses yang bagus ke finance, nah Pegadaian merupakan salah satu alternatif terbaik,” jelasnya.

Di waktu yang bersamaan, Direktur Utama Pegadaian juga menghadiri acara Ground Breaking Masjid Apung Ancol di Taman Impian Jaya Ancol, yang digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya pendirian masjid tersebut dapat menjadikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close