BERITA

Genjot ‘Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial’, Pembiayaan UMKM BNI Tumbuh 18,9 Persen

BUMN Track. Jakarta – Sebagai bank milik negara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) meningkatkan penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pembiayaan inklusif sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut nampak dari pertumbuhan penyaluran kredit UMKM BNI yang mencapai 18,9 persen per tahun, dengan total mencapai Rp118 triliun. Dalam pencapaian ini, BNI berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan) pada segmen UMKM di bawah 3 persen. Keberhasilan ini terutama didorong oleh akuisisi debitur baru, peningkatan pembiayaan, serta manajemen remedial dan recovery yang efektif.

“Kami bersyukur pertumbuhan kredit UMKM ini cukup progresif. Hal ini terjadi berkat kondisi ekonomi yang semakin membaik, serta upaya Kementerian BUMN untuk mendorong BNI melakukan transformasi dan mengedepankan prinsip perbankan yang prudent,” kata Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo di Jakarta, Kamis (20/7/23).

BNI akan terus memperkuat strategi value chain, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, serta pembangunan ekosistem digital guna mendorong penyaluran pembiayaan kepada UMKM. Dengan dipercayanya BNI sebagai Bank Global asal Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan penyediaan layanan perbankan terbaik.

“Kami berupaya agar pembiayaan yang kami berikan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendorong UMKM untuk naik kelas dan lompat lebih tinggi menembus pasar internasional,” tambah Okki.

Selain itu, BNI juga menempatkan prioritas pada pemenuhan target Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sebesar 30 persen pada tahun 2024. “Kami proaktif mendukung program Bank Indonesia dengan upaya pemenuhan target ini,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Back to top button