BERITA

Hingga Agustus 2019, PTSI Catatkan Pendapatan Rp842 Miliar

Jakarta, Bumntrack.co.id – Di usia yang ke-28, PT Surveyor Indonesia (Persero) terus melakukan transformasi melalui lima pilar strategis; High Performance Culture, New Business Development, New Operating Model, Market Expansion & Acceleration, dan Costumer Focus & Services Excellence untuk mencapai visi menjadi Perusahaan Independent Assurance Nasional yang diakui dunia.

“Kami bertransformasi ke arah digital dengan memberikan leverage pada produk dan jasa dengan teknologi yang mendukung Revolusi Industri 4.0 seperti IoT (Internet Of Things), cloud computing dan penerapan keamanan cyber,” ujar Direktur Utama PTSI, Dian M. Noer di Jakarta, Selasa (1/10).

Guna mendukung hal tesebut, perseroan telah membangun Laboratorium pelumas di Sentul yang dapat melakukan pengujian karakteristik fisika-kimia terlengkap dan pengujian parameter untuk kerja pelumas dengan teknologi terbaru.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan aplikasi IT dalam rangka otomasi produk jasa, diantaranya Data Master Online (DMO) untuk pekerjaan survey mineral batubara, sistem informasi verifikasi bahan bakar nabati B20, Sistem Informasi Cargo Monitoring BBM serta aplikasi Lab Pelumas. Sedangkan untuk fungsi pendukungnya PTSI melakukan pengembangan eOffice, Human Resources Information Services (HRIS) dan lainnya.

“Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi secara masif, pengembangan Industri 4.0, Internet of Things, artificial intelligence, cloud computing dan media sosial telah mengubah cara hidup manusia dan model bisnis yang ada,” ujarnya.

Saat ini PTSI berperan dalam pelaksanaan pembangunan Proyek Strategis Nasional antara lain Pembangunan Palapa Ring, Infrastruktur LRT Jabodebek, Implementasi Mandatori B20 dan Program Pembangkit Listrik 35,000 Mega Watt, mendukung pemastian implementasi SNI untuk pelumas dan produk lainnya, keselamatan kendaraan angkutan barang beserta muatan, pengguna jalan dan perlindungan infrastruktur jalan, menjamin kesesuaian operasional/penyelenggaraan penimbangan kendaraan bermotor sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku melalui penerapan sistem manajemen mutu. PTSI juga melakukan optimalisasi dan efisiensi aset serta monitoring kualitas dan kuantitas bahan bakar serta bahan baku.

“Terkait kinerja keuangan sampai Agustus 2019, perseroan mencatatkan pendapatan Rp842 Miliar dengan laba sebelum pajak Rp130 Miliar. Pendapatan tersebut terutama merupakan kontribusi dari sektor Migas dan Mineral Batubara,” jelasnya.

Dalam menghadapi tantangan global, PTSI telah berhasil menggandeng perusahaan global multinasional seperti Systra (Transportation) Siemens (Operation and maintainance), Airport D France untuk support kegiatan operasional Surveyor Indonesia baik di dalam maupun luar negeri. Surveyor Indonesia juga telah merambah ke pasar Asean yaitu dengan masuk ke Vietnam untuk kerjasama dengan Hang Long Cement anak perusahaan Semen Indonesia yang merupakan holding BUMN untuk semen.

Melihat kinerja Surveyor Indonesia selama ini yang mengalami pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup baik, menunjukkan bahwa Surveyor Indonesia merupakan BUMN yang sehat, strategis, dan dinamis. Diharapkan, dengan kondisi tersebut, Surveyor Indonesia dapat memantapkan diri sebagai perusahaan independent assurance nasional yang diakui dunia dalam memberikan solusi menyeluruh kepada pelanggan.

“Surveyor Indonesia bangga menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Kami hadir untuk Negeri,” pungkasnya.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close