BERITA

Holding Rumah Sakit BUMN Resmi Beroperasi

Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam rangka mewujudkan ketahanan kesehatan nasional, Pertamedika IHC sebagai PT Holding Rumah Sakit BUMN melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan RSUI dan perjanjian kerjasama operasional dalam proses holdingnisasi RS BUMN fase 3.

Perjanjian Kerjasama dengan RSUI merupakan tindak lanjut dari kerjasama induk antara PT Pertamina Bina Medika IHC dengan Universitas Indonesia yang telah ditandatangani pada tanggal 23 Juni 2020. Perjanjian ini mengukuhkan komitmen PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) IHC dan Universitas Indonesia untuk bekerjasama dalam pengelolaan Rumah Sakit Universitas Indonesia yang merupakan rumah sakit pendidikan yang dimiliki Universitas Indonesia. Upaya ini adalah untuk mewujudkan target pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Pembentukan Holding RS BUMN ini diharapkan tak hanya mampu menjadi semangat dalam memberikan kemudahan untuk melayani masyarakat namun juga mampu meningkatkan peran dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional yang dapat diwujudkan lewat 4 objektif strategis, yaitu : penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Rabu (16/12).

Sebagai langkah pembentukan Holding RS BUMN, fase 1 telah dilaksanakan pada akhir Maret 2020 ditandai dengan akuisisi PT Rumah Sakit Pelni oleh PT Pertamedika IHC. Proses ini dilanjutkan dengan tercapainya fase 2 pada tanggal 7 Agustus 2020 dimana 7 (tujuh) PT Rumah Sakit bergabung menjadi bagian PT Pertamedika IHC dan konsolidasi dilakukan atas 35 rumah sakit dan 4.325 ranjang. Pada Fase III ini, Pertamedika IHC melakukan kerjasama manajemen operasional dengan 34 rumah sakit BUMN lain dimana dikelola oleh 18 PT Rumah Sakit BUMN sebagai berikut:

  1. PT Cut Meutia Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara I
  2. PT Tembakau Deli Medica, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara II
  3. PT Sri Pamela Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara III
  4. PT Prima Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara IV
  5. PT Nusa Lima Medika, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara V
  6. PT Agro Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara VII
  7. PT Kalimantan Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara XIII
  8. PT Pindad Medika Utama, dengan induk BUMN PT Pindad (Persero)
  9. PT Bukit Asam Medika, dengan induk BUMN PT Bukit Asam Tbk
  10. RS LNG Badak, dengan induk BUMN PT Badak LNG
  11. PT Prima Husada Cipta Medan, dengan induk BUMN PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  12. PT Petro Graha Medika, dengan induk BUMN PT Petrokimia Gresik
  13. PT Kaltim Medika Utama, dengan induk BUMN PT Pupuk Kaltim
  14. PT Graha Pusri Medika, dengan induk BUMN PT Pupuk Sriwijaya
  15. PT Cipta Nirmala, dengan induk BUMN PT Semen Gresik
  16. RS Antam Medika, dengan induk BUMN PT Antam
  17. RSI Garam Kalianget, dengan induk BUMN PT Garam (Persero)
  18. RS Semen Padang, dengan induk PT Semen Indonesia

Pada Fase III ini, model kerjasama manajemen operasional meliputi 5 ruang lingkup utama meliputi Operasional, Tenaga SDM Perbantuan, Pemasaran, Pengembangan Keilmuan dan Sistem Informasi & Teknologi. Kerjasama ini dilaksanakan lewat acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional RS BUMN Tahap III yang digelar di Synergy Lounge Gedung Kementerian BUMN.

Pada acara tersebut turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen I BUMN Budi Gunadi Sadikin, Wamen II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur BUMN, serta para Direktur PT RS BUMN. Penandatanganan kerjasama ini sekaligus menjadi landasan dan juga pernyataan bahwa sejak hari ini, koordinasi pengelolaan seluruh rumah sakit BUMN sebanyak 69 rumah sakit dimana secara total memiliki lebih dari 6909 tempat tidur dilakukan melalui PT Pertamina Bina Medika IHC selaku Holding Rumah Sakit BUMN.

“Kolaborasi bersama ini merupakan strategi utama Pertamedika IHC untuk membangun Quality of Care dan membangun efisiensi di Industri Kesehatan yang lebih baik, sehingga pelayanan kesehatan yang memiliki standar pelayanan terbaik yang sama pada seluruh jaringan dapat terwujud dan, kita dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan kesehatan nasional yang lebih kuat yang mampu berkompetisi secara global,” kata Direktur Utama Pertamedika IHC, dr. Fathema Djan Rachmat.

Artikel Terkait

Back to top button