BERITA

Industri 5.0, Perpaduan Manusia, Teknologi Artificial Intelligence dan Robotic

CEO NUSA META

Jakarta, BUMN TRACK – NUSA META, bagian dari perusahaan WIR Group mengungkapkan bahwa teknologi terus berkembang dari waktu ke waktu. Jika kembali ke masa lalu, perkembangan industri dimulai dari zaman batu dan kayu. Pada zaman tersebut, teknologi mempermudah manusia untuk berburu hingga memasak.

“Kemudian manusia menemukan mesin cetak yang membuat ilmu pengetahuan bisa disebarluaskan ke segala penjuru,” kata CEO NUSA META, StephenNg dalam Conference mengusung tema Elevating Human Lives – Brand Evolution in The Industry 5.0 era yang digelar BUMN TRACK di Jakarta, Rabu (13/12/23).

Menurutnya, Industri 1.0 dimulai ketika ditemukannya teknologi mesin uap dan terus berkembang hingga industri 5.0 saat ini. Dari industri 1.0, menuju 2.0, membutuhkan waktu hingga 100 tahun.

“Industri 5.0 tidak bisa dihindarkan. Perkembangan industri 5.0 fokus pada human sentris berkolaborasi dengan robot hingga smart machine untuk mempercepat dan mempermudah manusia. Salah satu contoh yaitu di perbankan, semua perubahan teknologi berdampak besar pada sistem perbankan. Misalnya, dulu orang menabung atau mengambil uang harus ke cabang terdekat, namun sekarang cukup ke ATM. Transaksi keuangan saat ini juga banyak menggunakan mobile banking sehingga Bank menjadi brancless,” tambahnya.

Sama halnya dengan pertumbuhan industri 5.0, teknologi metaverse berdampak panjang karena tidak akan untung sampai 2030. “Teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak hanya menjadi perpanjangan fisik, tetapi juga perpanjangan pikiran. Saat ini, handphone masih bersifat pasif, namun ke depan, berkat AI handphone akan menjadi instrumen aktif. Artinya AI bukan lagi sebagai tool, tapi juga sebagai mitra,” jelasnya.

Integrasi teknologi AI membuat perusahaan memiliki strategi komprehensif untuk mengambil keputusan, pengembangan arah perusahaan, pendidikan karyawan hingga peningkatan jaringan kerjasama stakeholder.

Untuk menjadi BUMN unggul, AI mengungkapkan bahwa perusahaan harus memprioritaskan strategi integrasi AI dengan organization’s objectives and national develompent goals.

“Place a strong emphasis on ethical AI practise, ensuring data privacy, security, and equitable use. Commit to continuous development of your team, fostering, and environmet where employees are equipped to work alongside AI. Stay agile and informed about emerging AI tends and technologies. Your leadership will be instrumental in harnessing AI’s potensial for innovation and efficiency, while responsibly navigating its challenges,” jelasnya.

Artikel Terkait

Back to top button