Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), salah satu anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk/TelkomGroup, mencatat pendapatan senilai Rp7, 7 triliun pada semester 1 tahun 2026.
Laporan tersebut diikuti dengan beberapa penemuan positif lainnya seperti kenaikan pendapatan dari pelanggan luar TelkomGroup sebesar 31% serta peningkatan kepercayaan pelaku industri. Pertumbuhan juga terjadi pada aspek portofolio, terutama pada segmen Wholesale Network dan FTTx & Infrastructure Sharing.
2026 merupakan tahun yang cukup krusial. Dalam rangka mendorong transformasi perusahaan, Telkom memutuskan untuk mengalihkan seluruh bisnis dan aset wholesale fiber connectivity kepada InfraNexia. Sejak tanggal 1 Januari, sebagian bisnis dan aset sudah dipegang oleh InfraNexia secara efektif, sedangkan sisanya akan diterima sebelum tahun 2027.
InfraNexia menyebutkan bahwa mereka menerapkan disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi. Hasilnya, InfraNexia membukukan margin EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) 54,5%.
Seiring mekanisme operasional yang semakin kompleks ditambah tuntutan pelaksanaan transformasi yang lebih cepat, InfraNexia menambah jumlah karyawan dari 1.128 menjadi 1.338 orang.
“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri.” tutur Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, dalam keterangan resmi yang diperoleh pada hari Rabu (5/8).
Laporan Semester 1 tahun 2026 merupakan sinyal yang baik bagi TelkomGroup. Di samping menjadi bukti keberhasilan, proses realisasi visi TLKM 30 masih tergolong mulus. Sebagai cabang usaha yang berkiprah di bidang infrastruktur telekomunikasi. Peran InfraNexia cukup penting dalam upaya mewujudkan TLKM 30.
“Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Lukman.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








