BERITA

INKA Ekspor Kereta ke Bangladesh

PT INKA (persero) saat ini telah melakukan proses pengapalan untuk pengiriman Batch Kedua Ekspor Kereta Penumpang ke Bangladesh yang berlokasi di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ekspor ke Bangladesh ini melengkapi usaha PT INKA untuk meningkatkan pasar ekspornya setelah Malaysia,Thailand, Filipina dan juga ke Australia.

“Saya bangga dengan PT INKA (Persero) yang mengekspor komponen kereta api untuk kedua kalinya ke Bangladesh. Ini jadi bukti produk BUMN diakui dunia. Serta merupakan upaya BUMN dalam meningkatkan nilai ekspor di Tanah Air,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Surabaya, Kamis (12/9).

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, pengiriman Batch kedua ini sebanyak 22 kereta akan memerlukan waktu 11 hari untuk sampai di Chitagong Port. Rangkaian kereta tersebut diperkirakan akan tiba pada 22 September 2019. Selanjutnya akan dilakukan persiapan untuk komisioning sebelum nantinya dioperasikan oleh pihak Bangladesh Railways.

“Saat ini PT INKA (Persero) juga tengah dalam persiapan untuk mengirimkan pesanan pesanan dari Philiphine National Railway (PNR) berupa 2 trainset Diesel Multiple Unit (DMU) konfigurasi tiga car dengan kontrak sekitar Rp480 miliar. Selain itu dari pihak PNR juga memesan empat trainset DMU konfigurasi 4 car dan 3 lokomotif serta 15 kereta penumpang dengan total nilai kontrak sekitar Rp800 miliar,” katanya.

Kontrak Pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway merupakan hasil tender yang dimenangkan oleh PT INKA (Persero) pada tahun 2017 dengan nilai US$ 100,89 juta setelah sebelumnya pada tahun 2016, PT INKA (Persero) juga telah mengekspor sebanyak 150 kereta dengan nilai kontrak sebesar US$ 72,39 juta dan 50 kereta ke Bangladesh pada tahun 2006 dengan nilai kontrak sebesar US$ 13,8 juta.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close