Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan jalan tol berkelanjutan melalui implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Komitmen ini mengantarkan Jasa Marga meraih Indonesia Green Awards (IGA) 2026 kategori “Mengembangkan Pengolahan Sampah Terpadu” atas implementasi Program Pengolahan Sampah di Rest Area Travoy KM 88B Jalan Tol Cipularang.
Program ini mencakup sistem pemilahan sampah anorganik dan pembuatan pupuk dari sampah organik, optimalisasi tempat penampungan sementara, hingga kolaborasi dengan mitra untuk pengangkutan dan pengolahan sampah secara berkelanjutan.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility tersebut digelar di Jakarta pada Rabu (21/01). Penghargaan IGA tahun ke-17 ini diterima oleh ESG Executive Specialist Jasa Marga, Imad Zaky Mubarak, yang mewakili manajemen perusahaan.
Di tempat terpisah, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam operasional bisnis.
“Program pengolahan sampah di Rest Area Travoy KM 88B Jalan Tol Cipularang merupakan bagian dari implementasi TJSL Jasa Marga yang dijalankan melalui pendekatan ESG dan diimplementasikan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) secara berkelanjutan. Melalui program ini, Jasa Marga terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah di rest area guna menciptakan layanan jalan tol yang ramah lingkungan dan bernilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rivan.
Acara penganugerahan IGA 2026 turut dihadiri oleh Chairman The La Tofi School of Social Responsibility La Tofi, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jo Kumala Dewi serta perwakilan Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari.
Founder & Chairman The La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, menjelaskan bahwa IGA 2026 menjadi momentum refleksi bersama bagi dunia usaha untuk memperkuat tanggung jawab ekologis, meningkatkan kepekaan terhadap risiko lingkungan, serta menegaskan pentingnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam setiap strategi dan aktivitas bisnis.
“Bencana ekologis bukan sekadar peristiwa alam, tetapi ujian atas sistem tanggung jawab kita. ESG harus melindungi manusia, memulihkan alam, sekaligus memproteksi nilai ekonomi. Inilah koreksi peradaban yang kami dorong melalui IGA 2026,” ucap La Tofi.
Proses penilaian Indonesia Green Awards dilakukan melalui desk review menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating, yang mengukur kesesuaian antara risiko dan aksi keberlanjutan perusahaan. Penilaian ini dilakukan oleh tim independen yang dipimpin oleh Profesor Komunikasi Universitas Indonesia Ibnu Hamad, bersama para pakar di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola.







