BERITA
Trending

Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu Besutan PLN Ciptakan Gaya Hidup Sehat

PT PLN (Persero) melalui Unit PLN Pusenlis dengan Program PLN Peduli membentuk Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu (KPST ) yang berlokasi di Wilayah Kelurahan Kota Bambu Selatan. Pendirian kampung tersebut akibat merebaknya perilaku hidup tidak sehat yang berlangsung di wilayah sekitar sehingga seringkali menyebabkan banjir dan wabah penyakit.

“Target utama pembangunan kampung ini adalah mengubah perilaku dan lingkungan menjadi sehat serta mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang yang telah dicanangkan dengan Gerakan Sadar Bersih dan Kampung Pengelolaan Sampah Terpadu pada tanggal 3 Oktober 2019, sekaligus merupakan program berkelanjutan yang proses nya saat ini masih berjalan dan dilaksanakan oleh masyarakat,” ungkap PLT Senior Keuangan, SDM dan Administrasi PLN Pusenlis Noery Kristina.

Dalam melakukan sosialisasi, pembinaaan, pendampingan, PLN menggandeng Pokja Kota Sehat, Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Selatan, Fakultas Teknik  Lingkungan  Universitas Trisakti dan Komunitas Gerakan Tarik Plastik (GetPlastic_id). Para mitra ini turut memfasilitasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

Program KPST merupakan sebuah gerakan dalam mendukung program Samtama (Sampah Tanggung Jawab Bersama) yang untuk mengurangi dan mengolah sampah langsung dari sumbernya agar dapat dimanfaatkan kembali. Masyarakat diharuskan memilah sampah dari rumah, dibagi menjadi organik dan anorganik, sampah organik yang terpilah dapat diolah menjadi kompos menggunakan lubang biopori ataupun komposter sederhana.

Setiap harinya, sampah tersebut diangkut oleh Bank Sampah Kelurahan Kota Bambu Selatan. Kemudian untuk sampah Anorganik yang masih mempunyai nilai jual seperti botol plastik, kardus dan lainnya akan ditukarkan ke Bank Sampah dan dapat ditukar dengan uang yang bisa digunakan untuk membayar listrik atau kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, residu berupa sampah plastik yang tidak memiliki nilai jual akan dikelola dengan mesin pengolah sampah yang merupakan inovasi dari komunitas Get Plastic yang dapat mengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak berupa Bensin dan Solar kemudian BBM yang dihasilkan dari mesin pengolah sampah tersebut digunakan untuk operasional mobil pengangkut sampah dan genset untuk keadaan darurat. “Dengan demikian akan mengurangi pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang dan berfungsi secara optimal mewujudkan Zero Waste,” ujar Noery.

Keterlibatan aktif masyarakat, baik dari setiap rumah tangga maupun komunitas, menjadi harapan besar agar masalah sampah di Jakarta dapat segera di atasi. Program pilah sampah diharapkan dapat berjalan dengan lancar seiring dengan semakin banyaknya orang yang sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan, sehingga semakin mudah langkah-langkah besar untuk menyelamatkan bumi.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button