LIFESTYLE

Kawah Kamojang, Untaian Energi dari Perut Bumi

Selain dimanfaatkan untuk tenaga kelistrikan, keunikan kawah Kamojang seringkali digunakan turis untuk sauna alami dan media rileksasi.

Garut, kota kecil yang berada di Provinsi Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan makanan khas seperti dodol garut dan kerajinan kulitnya, tetapi memiliki banyak tempat wisata yang sangat eksotis seperti Wisata Kawah Kamojang. Wisata yang berada di ketinggian 1.730 M DPL itu memiliki suhu cukup ekstrim. Kawah ini adalah salah satu kawah gunung berapi yang masih aktif di kota Garut karena uap yang dihasilkan dari kawah di sini berasal dari perut bumi. Namun, meskipun memiliki uap yang panas, Kamojang memiliki suhu luar ruangan yang dingin. Bahkan tiap hari, kawasan Kamojang hampir selalu diguyur hujan.

Berdasarkan dongeng masyarakat Garut, Kamojang berasal dari kata ‘Mojang’ yang berarti gadis belia. Alkisah, zaman dahulu kala ada seorang gadis menolak dilamar tuan tanah kaya raya beristri empat. Gadis itu menolak lamaran tersebut dan memilih melarikan diri menuju ke hutan, hingga tak ditemukan lagi keberadaannya. Saat ini, hutan tersebut dikenal sebagai Kawah Kamojang. Di daerah ini banyak pipa-pipa besar yang digunakan Pertamina Geothermal untuk mengalirkan uap untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola Indonesia Power.

Pemanfaatan uap dari kawah Kamojang ini menjadikan PLTP Kamojang sebagai pembangkit pertama yang menggunakan panas bumi. Total daya terpasang saat ini 16.376,6 MW dengan kapasitas pembangkit EBT mencapai 9,4 persen dari total daya terpasang sebesar 1.541,6 MW. PLTP ini merupakan salah satu warisan penjajahan belanda sekitar tahun 1926. Pada 22 Oktober 1982, PLTP Kamojang unit 1 resmi beroperasi, kemudian menyusul unit 2 pada 29 Juli 1987. Sedangkan Unit 3 mulai dioperasikan Indonesia Power pada 13 September 1987.

Saat ini, Kamojang POMU mengelola total 7 unit pembangkit yang berkapasitas 375 MW yang terbagi di 3 sub unit yaitu, PLTP Kamojang sendiri dengan 3 unit pembangkit dengan kapasitas sebesar 140 MW, PLTP Darajat yang berada di Kabupaten Garut dengan 1 unit sebesar 55 MW dan PLTP Gunung Salak yang berada di Kabupaten Bogor sebesar 180 MW dengan 3 unit pembangkit. PLTP yang telah berumur lebih dari 30 tahun itu turut mendukung keandalan listrik Jawa-Bali.

Menurut penjaga kawah ini, uap yang dihasilkan sangat baik untuk kesehatan kulit, dan bau uapnya bisa untuk melancarkan peredaran darah dan pernafasan. Tak sedikit dari para wisatawan yang datang untuk bermandi sauna atau sekedar menenangkan fikiran.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button