KemenPU Percepat Integrasi Penanganan Pascabencana Sumatera, Siap Mulai Tahap Rehabilitasi Rekonstruksi

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) terus mempercepat penanganan pascabencana di Provinsi Aceh secara terpadu mulai dari sektor Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis guna mempercepat pemulihan layanan dasar pascabencana Sumatera.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan infrastruktur pascabencana dilakukan secara simultan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Penanganan ini harus segera kita kerjakan bersama-sama dan serentak supaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Hal ini sesuai dengan dengan arahan Presiden Prabowo, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terisolir,” ujar Menteri Dody dalam tinjauannya pada Pemancangan Pertama Jembatan Permanen Krueng Tingkeum, Rabu (21/1), di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Pada sektor Sumber Daya Air, Kementerian PU memfokuskan penanganan pada pembenahan bendung, pengamanan sungai, dan pengendalian sedimen. Sejumlah bendung terdampak akibat sungai yang melebar dan mendangkal sehingga berpotensi mengganggu suplai air irigasi. Selain itu, pengendalian sungai dilakukan melalui pembangunan dan penguatan sabo dam di wilayah hulu serta proteksi tanggul untuk mencegah pelebaran sungai yang dapat mengancam permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.

“Sementara waktu kita akan menggunakan sumur bor untuk mengalirkan air secara temporary bagi kebutuhan masyarakat. Tetapi di waktu bersamaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan mempercepat proses pembenahan bendung yang terdampak bencana, termasuk dengan intake SPAM. Kita kerjakan secara simultan supaya tidak saling menunggu dan harapannya dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya bisa selesai semua,” jelas Menteri Dody.

Di sektor Cipta Karya dan Prasarana Strategis, Kementerian PU juga telah melakukan pembersihan bagi sarana fasilitas umum yang terdampak seperti tempat ibadah, sarana kesehatan, sekolah dan lain-lain. Kementerian PU juga membangun fasilitas pelayanan publik berupa puskesmas darurat dan kawasan rumah hunian terpadu.

Puskesmas darurat dibangun secara modular dan dilengkapi fasilitas pelayanan kesehatan dasar hingga rawat inap, sehingga dapat segera difungsikan untuk melayani masyarakat terdampak. Sementara, kawasan hunian terpadu dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang komunal dan area bermain untuk menunjang aktivitas sosial masyarakat.

Menteri Dody menegaskan bahwa seluruh penanganan infrastruktur pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Tidak boleh ada wilayah yang terisolir dan tidak boleh ada layanan dasar masyarakat yang terhenti. Kita bangun kembali Aceh dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh terhadap bencana,” pungkasnya.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, Kementerian PU telah siap memasuki tahapan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana dengan mengintegrasikan infrastruktur dasar di bidang konektivitas, sumber daya air, hingga sarana prasarana strategis.

“Direktorat Jenderal Bina Marga menerapkan design and build, sementara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menerapkan desain cepat. Sementara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Prasarana Strategis menerapkan sesuai kebutuhan. Seluruh direktorat jenderal telah mengumpulkan data dalam 3 bulan terakhir dan kami akan mengintegrasikan kesiapan kami dalam mencapai build back better,” kata Kasatgas Arie.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.